DPRD Kota Malang ‘Diberondong’ Kritik Mahasiswa UB: Dari Retribusi Parkir hingga Tata Ruang

Dprd Kota Malang 'Diberondong' Kritik Mahasiswa Ub: Dari Retribusi Parkir Hingga Tata Ruang

 

Kota Malang, ZonaNusantara – Ruang rapat DPRD Kota Malang mendadak hangat pada Selasa (9/6). Puluhan mahasiswa S1 dan S2 Administrasi Publik Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) datang bukan sekadar untuk berkunjung, melainkan membawa sederet rapor kritis mengenai persoalan domestik Kota Pendidikan ini.

Dalam agenda Sekolah Legislatif dan audiensi tersebut, para mahasiswa ‘memberondong’ para wakil rakyat dengan pertanyaan menukik.

Masalah tata kelola parkir yang tak kunjung usai, darurat pengelolaan sampah, menjamurnya tempat hiburan, hingga sengkarut penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) dikupas tuntas.

Ketua Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, yang menyambut langsung audiensi tersebut, mengaku terkesan dengan kedalaman materi yang dibawa mahasiswa.

Baca Juga :  Universitas Andi Sudirman Terbuka untuk Dunia, Kunjungan Mahasiswa Malaysia Perkuat Jaringan Internasional

“Aspek-aspek yang mereka tanyakan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Mahasiswa menanyakan efektivitas manfaat retribusi parkir hingga tata kelola sampah yang butuh keterlibatan multi-pihak. Ini diskusi yang sangat konstruktif,” kata Dito.

Sebagai alumni FIA UB, Dito memandang dialog ini sebagai jembatan penting untuk menyelaraskan teori kebijakan publik dengan realitas birokrasi di lapangan.

Menjawab kritik mahasiswa, ia menguraikan bagaimana lembaganya mengoptimalkan tiga fungsi pokok legislasi, penganggaran, dan pengawasan dalam mengawal kinerja Pemkot Malang.

Ia mengingatkan, menyelesaikan penyakit kronis perkotaan seperti macet, banjir, dan sampah tidak bisa dilakukan dengan cara-cara instan atau mengandalkan satu pihak saja.

“Kebijakan publik tidak sesederhana yang tertulis di buku teks kuliah. Kompleksitasnya tinggi. Karena itu, kami menantang dunia akademik, khususnya mahasiswa, untuk tidak berhenti pada kritik, melainkan ikut menjadi mitra strategis yang menyodorkan formula solusi,” tegas Wakil Ketua Komisi C tersebut.

Baca Juga :  DPRD Kota Malang: Tertibkan Dulu Pelanggaran Perda, Relokasi PKL Veteran Bukan Solusi Instan

Lewat forum partisipatif ini, DPRD Kota Malang berharap keran kolaborasi antara perguruan tinggi dan parlemen daerah semakin terbuka lebar demi melahirkan kebijakan publik yang lebih responsif.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts