UMKM Setu Bersinar Melirik Peluang Digitalisasi

Umkm Setu Bersinar Melirik Peluang Digitalisasi
Ist
Umkm Setu Bersinar Melirik Peluang Digitalisasi
Ist

Oleh Mathias Lay – Jakarta 

Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terorganisir dalam UMKM Setu BERSINAR (Bangkitkan ekonomi berbasis Inovasi Pasar) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melirik peluang bisnis Digitalisasi.

Untuk mengkristalkan peluang ini diselenggarakan seminar bertajuk  UMKM Setu BERSINAR di aula Desa Taman Sari sari, Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Selasa pekan lalu.

Animo para pelaku usaha di daerah itu tampak antusias. Sedikitnya terdapat 60 peserta UMKM dari Dinas Perindstrian dan Perdagangan dalam acara yang dibuka Hj. Ida Farida M.Si.
Bahkan para legislator dari Kabupaten Bekasi pun memanfaatkan seminar ini untuk memperkaya wawasan di bidangnya terutama bidang ekonomi.

Peluang berbisnis menggunakan aplikasi pada saat ini, sudah era-nya. Tidak saja urusan berbisnis. Aplikasi sudah mengambil alih peran dari semua segmen kehidupan. Itulah yang
menjadi alasan kenapa kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Peran peran aplikasi menyata dan sangat masif. Kita sebut saja di sini, beberapa di antaranya gojek, gofood dan lain-lain.

Alasan mendasar sebagaimana ditegaskan Kepala PMD Hj. Ida Farida M.Si, agar kegiatan UMKM harus
bermuara pada peningkatan perekonomian masyarakat desa di Kabupaten Bekasi.

Baca Juga :  Sekolah Keren 

Pada tataran ini endingnya adalah pelaku UMKM bersepakat membuat satu lembaga yakni Forum UMKM Setu Bersinar yang ditetapkan  melalui SK Camat,ini di ketua Evi Meilina. Harapannya para pelaku UMKM se Kecamatan Setu dapat lebih terkoordinir. Dengan begitu bisa memudahkan pendataan jumlah, dalam mendapatkan akses informasi serta pengembangan jaringan dan relasi sehingga menjadi wadah diskusi bagi para pelaku UMKM.

Apalagi disadari bahwa UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Ketika bangsa ini dilanda pandemi covid 19, yang paling merasakan dampaknya adalah pelaku UMKM. Virus asal Cina ini memberikan dampak buruk terhadap roda perekonomian bangsa termasuk UMKM.

Dalam situasi muram ini para pebisnis mengendalikan tidak usaha dari rumah atau Work From Home (WFH). Pandemi Covid-19 mengubah perilaku konsumen dan peta kompetisi bisnis. Dan ini lagi lagi harus diantisipasi dengan menempatkan konsumen lebih banyak melakukan aktivitas dari rumah dengan memanfaatkan teknologi digital melalui smart phone berbasis android.

Karena itu pelaku UMKM perlu didorong untuk lebih melek terhadap literasi digital, dengan mengikuti panduan dari pemerintah agar sejalan dengan tujuan pemerintah melalui KCP PEN yang mendorong UMKM Go Digital.

Baca Juga :  Tetap Optimistis di Tahun Politik, Sebuah Refleksi

Dengan kondisi dan perkembangan tekhnologi saat ini maka UMKM perlu didorong bertransformasi ke sektor formal melalui pengurusan perizinan dan regulasi. Peningkatan Kapasitas UMKM Setu Bersinar meliputi Legalitas Usaha, membidik segmentasi pasar yang tepat, manajemen keuangan dan akses permodalan, serta digital marketing dan pembuatan toko Online;dengan Narasumber dari Dinas Koperasi dan UKM Kab. Bekasi, Akademisi Universita Pelita Bangsa, Sentra UMKM Bank BJB serta Bussines Development Analyst Shopee.

UMKM Setu Bersinar mendapatkan motivasi dari seorang Motivator Bisnis Unggul yang juga merupakan
Anggota DPRD Kab.Bekasi, Ade Kuswara Kunang, SH. Untuk memperkenalkan produk yang ada diadakan bazar dan pameran produk
UMKM se Kecamatan Setu sekaligus ajang pengenalan produk kepada pasar.

Setidaknya UKMK bisa menjadi Soko Guru  perekonomian bangsa khususnya di Bekasi sebagaimana harapan Kepala Bidang KPPM Dinas PMD Provinsi Jawa Barat, Lisa Avianty SKM., MKM  agar kegiatan UMKM terus bertumbuh sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan utamanya dapat menghasilkan ciri khas produk UMKM.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts