
BONE–Jumat, 12 Juli 2024, menjadi hari yang istimewa bagi Universitas Andi Sudirman. Dr. Andi Lukman, MSi, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, menyambangi kampus tersebut untuk memberikan pengarahan, petunjuk, dan bimbingan terkait kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM).
Dalam kunjungannya, Dr. Andi Lukman menekankan bahwa kebijakan pemerintah tentang MBKM adalah suatu revolusi pendidikan di Indonesia. “Selama ini, sejak Indonesia merdeka, pendidikan kita banyak berputar pada teori saja. Dengan 140 SKS yang harus dilalui untuk menjadi sarjana, hampir semuanya berbasis teori. Padahal, di sisi lain, industri kerja membutuhkan keterampilan dan karakter,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa pemerintah sekarang mewajibkan hanya mata kuliah wajib seperti agama, Pancasila, dan PKn, sementara selebihnya menjadi kebijakan perguruan tinggi. Minimal 60 SKS dari program Merdeka Belajar mahasiswa harus dilakukan di luar kampus agar mereka dapat mengenal dunia luar lebih baik. “Bawa mahasiswa ke dunia usaha dan dunia industri,” kata Dr. Andi Lukman. “Misalnya, prodi Ilmu Hukum yang memiliki mahasiswa dengan bakat ingin menjadi pengacara hebat, kita bisa bekerja sama dengan pengacara hebat.”
Dr. Andi Lukman juga menekankan pentingnya menyamakan persepsi dalam implementasi kebijakan ini. Kolaborasi dan partisipasi antara pihak kampus dan industri harus ditingkatkan. “Sistem pembelajaran harus dilakukan dengan lebih enjoy. Rubahlah cara mengajar kita,” sarannya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kemampuan dosen harus selalu diupdate agar tidak ketinggalan dari mahasiswa. “Lulusan harus mendapatkan pekerjaan yang layak. Kita harus punya standar yang baik untuk dosen. Sekarang tidak ada lagi perbedaan antara perguruan tinggi di daerah dengan yang di kota besar,” ungkapnya.
Dalam rangka mendukung transformasi ini, dosen diberikan kesempatan untuk bertransformasi di luar kampus, dan praktisi juga diberikan kesempatan mengajar. Intinya, menurut Dr. Andi Lukman, adalah bagaimana kampus dapat mengantarkan mahasiswa ke dunia kerja. “Sekarang menjadi tanggung jawab kampus untuk memastikan lulusan mereka terserap di dunia kerja,” tegasnya.
“Mengelola perguruan tinggi harus dengan luar biasa, tidak boleh biasa-biasa saja. Untuk menjawab tantangan ini, SDM dosen harus mumpuni. Tingkatkan kualitas kita. Kembangkan akademik, kurikulum harus diatur sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan industri,” tutup Dr. Andi Lukman.
Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan semangat dan panduan bagi Universitas Andi Sudirman dalam menerapkan kebijakan MBKM, serta mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. (*)






