Wujudkan Pembinaan di Balik Jeruji Budidaya Ikan Lele sebagai Keterampilan Baru

Wujudkan Pembinaan Di Balik Jeruji Budidaya Ikan Lele Sebagai Keterampilan Baru

KEFAMENANU,- Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kefamenanu melaksanakan sebuah program pembinaan yang inovatif di kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Tahanan Pangan, dengan fokus utama pada budidaya ikan lele.

Kegiatan ini diikuti oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan berlangsung pada hari Senin (20/10/2025).

Program ini dilatar-belakangi oleh dua tujuan strategis yakni melatih warga binaan agar memiliki keterampilan produktif dan mandiri setelah bebas. dan mendukung kebijakan nasional terkait kemandirian pangan dan peningkatan sumber daya manusia yang produktif.

Program pembinaan ini selaras dengan 13 Program Akselerasi yang digagas oleh Agus Andrianto selaku Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta mendukung Program Prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian pangan dan pengembangan SDM produktif.

Selain itu, pada 1 Oktober 2025, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur, Ketut Akbar Herry Achjar, meresmikan SAE Tahanan Pangan sebagai wadah pembinaan berkelanjutan.

Baca Juga :  SMK Negeri 1 Kefamenanu Peringati HUT ke-25 dengan Tabur Bunga di TMP Cendana Loka

Dengan demikian, program budidaya lele ini bukan sekadar inisiatif sementara, melainkan bagian dari upaya kelembagaan yang lebih besar untuk membangun pemasyarakatan yang produktif dan berorientasi hasil nyata.

Kepala Rutan Kefamenanu, Muhamad Nurseha, bersama petugas pengelola pembinaan kemandirian, secara aktif mengontrol dan mendampingi jalannya kegiatan budidaya ini.

Pendampingan langsung ini penting untuk memastikan proses pembinaan berjalan efektif dan bahwa warga binaan benar-benar memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang dapat diterapkan setelah masa tahanan.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa kegiatan pembinaan seperti ini merupakan bagian dari upaya Kementerian untuk mendukung inisiatif besar Presiden, dengan memastikan manfaat program benar-benar dirasakan hingga ke tingkat keluarga WBP.

“Ini hal kecil yang bisa kami lakukan di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan apabila dibandingkan dengan program-program besar yang telah dicanangkan oleh Bapak Presiden,” ujar Menteri Agus.

Baca Juga :  Dispora TTU Ekspose Hasil Popda III Kabupaten TTU 2024

Para warga binaan menyambut antusias program ini. Mereka tidak hanya memperoleh aktivitas pengisi waktu selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis yang dapat dijadikan bekal hidup setelah bebas.

Salah satu warga binaan menyampaikan kegiatan ini membuat mereka lebih percaya diri untuk kembali ke tengah masyarakat karena mereka mendapatkan keterampilan baru yang bisa mereka terapkan nanti.

Pelaksanaan program budidaya ikan lele di Rutan Kefamenanu adalah langkah konkret dalam mengimplementasikan kebijakan pemasyarakatan modern yang menekankan kemandirian, produktivitas, dan reintegrasi masyarakat.

Dengan dukungan penuh lembaga dan pendampingan yang baik, program ini mempunyai potensi menjadi model pembinaan yang lebih luas.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts