Home Pariwisata Pariwisata di Banten Siap Bersaing

Pariwisata di Banten Siap Bersaing

Catatan : Andi Mardana dari Banten

BANTEN, – Potensi pariwisata di Banten siap bersaing di industri global. Hal ini terungkap melalui diskusi Lintas Stakeholder Pemerintah, Akademisi, Bisnis, Komunitas dan Media, secara daring untuk memudahkan interaksi di masa pandemi.

Salah satu penelitian untuk mengenalkan potensi pariwisata di Banten dilakukan oleh Dr. (Cand) Titus Indrajaya, S.E. M.M. dengan pembahasan Model Daya Saing Destinasi Wisata (Dasa Dewi) Strategik Bisnis Digital. Model ini dikembangkan mengingat pembangunan pariwisata membutuhkan sentuhan digital untuk dapat bersaing dengan tetap menjadikannya sebagai pariwisata berkelanjutan.

Banten merupakan daerah yang memiliki potensi wisata yang beragam mulai dari alam, budaya, modern, adventure, serta sensory yang dapat bersaing dengan daerah lain dengan potensinya yang luar biasa.

Banten sebagai daerah yang memiliki historis dengan keberagaman nilai didalamnya menjadikan daerah ini terkenal dengan budayanya. Wisata budaya saat ini yang teridentifikasi mencapai 591 wisata budaya mulai dari atraksi kesenian, wisata cagar budaya dan wisata ziarah.

Atraksi kesenian 81, living cultur 12, kawasan cagar udaya 3, situs cagar budaya 28, struktur cagar budaya 41, benda cagar budaya 95, bangunan cagar budaya 73 makam 258.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Drs. M. Agus Setiawan.A.W. M.Si menyatakan dengan adanya penelitian ini akan mendorong promosi wisata di Banten dan membantu pemerintah untuk terus bergerak dalam memajukan sektor pariwisata.

Disamping itu dalam beberapa kesempatan juga kami menggandeng semua stakeholder terkait untuk mengenalkan potensi pariwisata sehingga kunjungan wisatawan akan meningkat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dan peningkatan kualitas jasa pariwisata yang akan membuat wisatawan berkunjung secara aman dan nyaman

Akademisi Chotibul Umam mengungkapkan wisata budaya di Banten diakui menjadi salah satu keunggulan dibandingkan dengan destinasi wisata dari daerah lain. Peningkatan SDM untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata budaya merupakan tantangan bukan saja dari dinas melainkan seluruh pemangku kepentingan, dan ini menjadi pekerjaan rumah bersama kedepan.

Dari segi bisnis Irwan Thamrin, Sekjen ASITA Banten mengakui model Dasa Dewi ini dianggap sebagai terobosan dalam mengenalkan potensi wisata di Banten. “Sejauh ini pengenalan objek wisata melalui aplikasi digital masih kurang, oleh karena itu harus dikembangkan serius oleh pemerintah daerah dan akan mendorong bertemunya dengan pasar dapat mengarahkan wisatawan untuk datang”.

Komunitas Genpi Banten Jalaludin menambahkan “Dengan adanya peningkatan pada ekosistem digital maka pariwisata akan berjalan secara maksimal dengan menguatkan sistem online dan offline dengan melibatkan berbagai komunitas penggerak pariwisata untuk terus mendorong promosi serta dukungan dari stakeholder untuk terus menggandeng komunitas-komunitas tersebut”.

Penerapan model Dasa Dewi Strategik Bisnis Digital dapat diimplementasikan untuk kemajuan pariwisata Indonesia yang berdaya saing. Penelitian ini dapat juga memberikan sumbangsih untuk Kemeparekraf RI untuk dapat disinergikan guna mendukung destinasi wisata di Indonesia. Hadir dalam FGD tersebut para kepala bidang di Dinas Pariwisata Provinsi Banten, stakeholder pariwisata dari ASITA, HPI, Asosiasi Ekraf, unsur media danu Genpi Banten.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU