Alur TSDP di Kepri Kian Menggeliat dengan Kapal Perintis, Komersial

Alur Tsdp Di Kepri Kian Menggeliat Dengan Kapal Perintis, Komersial
Foto ist
Alur Tsdp Di Kepri Kian Menggeliat Dengan Kapal Perintis, Komersial
Foto Ist

JAKARTA – Kondisi transportasi sungai, danau, penyeberangan (TSDP) di provinsiKepulauan Riau (Kepri) untuk lalu lintas, angkutan, saat ini telah terlayanidengan 19 lintas penyeberangan dengan 13 kapal penyeberangan.

Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi, menyatakan dari 19 lintas tersebut, terdapat 13 lintas Perintis yang disubsidi pemerintah (dalam hal ini Ditjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan.

“Sisanya, ada enam yang merupakan lintas komersial,”kata Budi Setiyadi, Senin (23/5).

Sejumlah 13 lintas perintis tersebut dilayani empat kapal, dengan jumlah anggaran 15,8 milyar. Nantinya akan ada satu tambahan kapal kapal untukmelayani kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hingga ke Kalimantan Barat (Kalbar). Anggaran yang dialokasikan Ditjen Hubdat Kemenhub untukmeningkatkan TSDP di Kepri sekitar Rp 28,8 milyar.

Baca Juga :  Perumda Tirta Kanjuruhan Benahi Kwalitas Pelayanan

Angka tersebut terdiri dari subsidi sekitar Rp 15,8 miliar dan pembangunan pelabuhan Sedanau (Kab. Natuna)sekitar Rp 13 miliar. “Banyak pelabuhan yang rata-rata sudah tersedia kapalpenyebrangan, pelabuhan penyeberangan baik konstruksi beton maupun MB (movable bridge).

Rutenya Tambelan Sampit (Kalbar), Sintete (Kab. Sambas Kalbar), Midai (Kab. Natuna Kepri). Pelabuhan Sintete merupakan salah pelabuhan penyebrangan kapal laut untuk mengangkut penumpang, kendaraan dan barang, khususnya yang menggunakan kapal roro atau kapal Ferry atau kapal perintis lainnya,” kata Budi Setiyadi.

Angkutan penyeberangan di Kepri telah menjangkau antar kabupaten/kota didalam provinsi, maupun dari dan ke luar provinsi sekitar, seperti Riau, Jambi,dan Kalimantan Barat. Selanjutnya untuk skala prioritas, tentunya diutamakan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dan perbatasan (1P).

Baca Juga :  Kembangkan Wirausaha SPI Teken Mou dengan STAB

“Wilayah 3T– 1P antara lain Karimun dan Natuna (Kepri) yang tentunya juga terhubung dengan kota Batam sebagai wilayah bangkitan perjalanan. Semua terkoneksi,memang sentra produksi lebih banyak di Batam,”pungkasnya.

Ia menambahkan, pasokan sayur mayur dari Sumatera terutama Jambi, Riau ke Batam dulu. Sehingga penyeberangan antara provinsi (Riau, Jambi) untuk pasokan sayur, masuk ke Batam. Lalu diseberangkan ke wilayah 3T di Kepri,” kata Budi Setiyadi. (Setiawan Liu)

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts