Anak Seorang Sopir Meraih Doktor Bidang Hukum

Anak Seorang Sopir Meraih Doktor Bidang Hukum
Andi Abbas

 

Anak Seorang Sopir Meraih Doktor Bidang Hukum
Andi Abbas

JAKARTA, Lika liku perjalanan seseorang melekat dengan nasib. Tak seorangpun mengetahuinya, entah kelak akan bagaimana dan seperti apa.

Potret di atas cocok disematkan kepada Andi Abbas. Sekilas ke belakang, mantan aktifis HMI ini meraih mimpi. Andi Abbas berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya berprofesi sebagai sopir.

Dengan semangat tinggi, ia merangkak dari titik nol. Semasa kuliah S-1, ia dikenal sebagai sosok yang care terhadap teman. Sikap kepedulian yang dimiliki acapkali membuat dirinya mengabaikan kepentingan pribadinya. Alkisah suatu waktu motor kesayangannya pun ia relakan untuk membantu.

Seiring perjalanan waktu, Andi Abbas yang kerap dibabptis sebagai anak “nakal” di kampus lolos seleksi sebagai Pegawai Negeri Sipil di Departemen Perhubungan Laut. Andi Abbas disebut anak nakal lantaran sikapnya yang keras jika membela sesuatu yang dianggap benar. Didukung faktor keturunan, darah Bugis Bone, mengalir dalam jiwanya ia pantang mundur terhadap sesuatu yang dianggap benar dan wajib dibela.

Baca Juga :  Minim Guru PNS Wensislaus Minta Syarat PTT Dipermudah

Dewi Fortuna seolah mencatat sepakterjang kebaikannya. Menabur kebaikan akan menuai kebaikan pula. Selain bekerja, ia melanjutkan kuliah S- 2 hingga S3 di Bidang Hukum, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Dalam kesibukan tersebut Andi Abbas yang kini menjabat Kepala Syahbandar di Kendari sebentar lagi menyandang gelar doktor di kampus yang sama.

Anak Seorang Sopir Meraih Doktor Bidang HukumDi hadapan tim penguji yang terdiri dari tujuh orang pakar, lima dari kampus, dua tim penguji lainnya berasal dari luar, Andi Abbas mempertahankan disertasi berjudul Hakekat Pertanggungjawaban Hukum Syahbandar terhadap Keselamatan dan Keamanan Pelayaran.

Hal yang menggelitik dalam disertasi tersebut, Andi Abbas menginginkan adanya perlindungan hukum terhadap otoritas Kesyahbandaran. “Kita lihat selama ini jika terjadi kecelakaan di laut, pihak otoritas yang diminta pertanggungjawaban,” ungkapnya.

Baca Juga :  Penyanyi Lawas Timur Priyono Bernostalgia

Hari ini Kampus UMI Makassar menambah lagi daftar gelar doktor di antara nama peraih doktor di kampus yang sama menjadi aset bangsa dan negara.

Perjalanan meraih mimpi memang berliku, berkelok penuh tantangan. Namun akan berbuah manis bagi yang terus berjuang tanpa putus asa apalagi menyerah.

 

 

 

 

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts