ANRI Usulkan Sulsel Jadi Pusat Khazanah Kearsipan Maritim Nusantara

Anri Usulkan Sulsel Jadi Pusat Khazanah Kearsipan Maritim Nusantara
Foto istimewa

Jakarta zonanusantara– Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Dr. Andi Abubakar, melakukan pertemuan dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan di Jakarta, Kamis lalu.

Dalam pertemuan itu, mantan Pj Bupati Bantaeng ini mengusulkan Sulawesi Selatan dikembangkan sebagai lokasi Pusat Khazanah Kearsipan Maritim Nusantara.

Suasana pertemuan berlangsung hangat, tak ubahnya jumpa kekerabatan sesama orang Sulawesi Selatan. Keduanya sama-sama berasal dari daerah yang kerap disebut “Kota Anging Mammiri”.

Hadir dalam pertemuan tersebut Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Prof. Muhammad Jufri, Sekretaris DispusArsip Sulsel Andi Sucianita Hatta, S.E., M.M., serta Kepala UPT Jasa Kearsipan Sulsel Hj. Mustaana.

Pembahasan mencakup pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK), penguatan substansi arsip, kebijakan kearsipan, serta peningkatan kualitas layanan arsip daerah.

Andi Abubakar menilai Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis karena menyimpan banyak jejak sejarah dan peradaban maritim yang berkontribusi besar pada perkembangan Indonesia Timur.

Baca Juga :  Musisi Lokal Minta Festival IKM TTU Lebih Banyak Ruang Bagi Talenta Daerah

“Di sektor mana pun, baik pemerintahan, kementerian, maupun swasta, ketika ada pengelolaan anggaran dan keuangan maka arsip menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan. Arsip inilah yang nantinya menjadi bukti, sumber informasi, sekaligus security atau perlindungan administrasi bagi lembaga di masa depan,” kata Andi.

Berangkat dari argumen tersebut, ANRI menawarkan konsep pengembangan pusat khazanah yang tidak terbatas pada tempat penyimpanan arsip. Pusat ini juga bisa difungsikan sebagai pusat dokumentasi, penelitian, pendidikan, dan pariwisata berbasis sejarah maritim Indonesia Timur.

Rencana fasilitasnya mencakup diorama dan media edukatif interaktif untuk memperkaya pengalaman belajar masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Prof. Muhammad Jufri menyambut positif gagasan itu. Ia menilai keberadaan pusat khazanah akan memperkuat literasi sejarah dan mempertegas peran Sulsel sebagai pusat sejarah maritim nasional.

“Kami sangat mengapresiasi berbagai gagasan dan arahan dari ANRI. Ini menjadi peluang besar bagi Sulawesi Selatan untuk semakin memperkuat ekosistem literasi sejarah, penelitian, dan pelestarian arsip sebagai bagian dari pembangunan berbasis pengetahuan,” ujar Jufri.

Baca Juga :  Amanah Baru Ir. Muh. Risal, M.Si, Menjaga Ketahanan Pangan Bone dengan Pengalaman dan Integritas

Hj. Mustaana menekankan pentingnya koordinasi dengan ANRI untuk meningkatkan kualitas layanan kearsipan di daerah, termasuk pengembangan layanan arsip berbasis digital agar akses informasi publik lebih mudah dan cepat.

Ia berharap sinergi ini dapat mewujudkan pengelolaan arsip yang modern dan bermanfaat luas bagi masyarakat.

Pengembangan Pusat Khazanah Kearsipan Maritim Nusantara dinilai sejalan dengan upaya memperkuat pelestarian memori kolektif di tengah percepatan transformasi digital.

Ke depan, ANRI dan Pemprov Sulsel akan melanjutkan pembahasan teknis terkait sumber pendanaan, desain fasilitas, serta program kolaboratif penelitian dan pendidikan.

 

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts