BPS TTU Laksanakan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi

Bps Ttu Laksanakan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi
Marselinus
Bps Ttu Laksanakan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi
Marselus Kristoforus Koten

KEFAMENANU,- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur melakukan pendataan awal registrasi sosial ekonomi (Regsosek).

Adapun data Regsosek yang dikumpulkan yakni profil, perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, tingkat kesejahteraan masyarakat, disabilitas dan pendidikan.

Kepala BPS Kabupaten TTU, Marselus Kristoforus Koten mengatakan, tujuan pendataan Regsosek adalah supaya satu data saja Indonesia terkait program perlindungan dan pemberdayaan masyarakat.

“Namanya satu data Indonesia,”ungkap Marselinus, Rabu (26/10/2022).

Pendataan Regsosek di Kabupaten Timor Tengah Utara, menurut Marselinus, dilakukan oleh 496 petugas pendataan lapangan (PPL). Masing-masing petugas akan melakukan pendataan kurang lebih 250 kepada kepala keluarga disetiap wilayahnya.

Menurut Marselinus, sebelum pendataan Regsosek petugas melakukan verifikasi data pencocokan data dengan ketua RT untuk menentukan warga miskin dan sangat miskin.

Baca Juga :  Rakor Perdana APRI Sulsel di Bone, Pertegas Peran KUA sebagai Pusat Layanan Keagamaan Modern

Setelah verifikasi, lanjut Marselinus, petugas door to door melakukan wawancara dengan salah satu anggota keluarga untuk mengisi kuisioner yang telah disiapkan.

Data-data yang ada, imbuh Marselinus bisa dipakai oleh Kementerian,  lembaga Dinas maupun pihak swasta untuk melakukan intervensi program dan perlindungan sosial.

Marselinus mengatakan, petugas dalam melakukan Regsosek diberikan perlindungan asuransi selama menjalankan tugas berupa kartu BPJS.

Informasi pendataan Regsosek, pungkas Marselinus, sudah gencar dilakukan berupa instruksi, himbauan dari Bupati, kementerian, Gubernur kepada kepala desa dan masyarakat. Sehingga ia berharap kerjasama yang baik dalam memberikan data kepemilikan aset baik aset tetap maupun bergerak

“Kadang petugas sedikit kesulitan. Ada masyarakat yang punya ternak namun saat diminta keterangan mengaku tidak ada. Dan itu yang membuat kita kesulitan. Sehingga kita harapkan kerjasama yang baik dari masyarakat untuk memberikan data yang riil. Karena toh data ini akan kembali kepada pemerintah daerah,”pungkasnya.

Baca Juga :  AKBP Eliana Papote Kapolres TTU Perempuan Pertama Bawa Warna Baru di HUT Bhayangkara ke-79 
Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts