
KEFAMENANU- Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi Nusa Tenggara Timur terus berupaya menekan angka stunting di daerah itu dengan menggandeng Nutrition Internasional dan Save The Children.
Wakil Bupati TTU, Eusabius Binsasi mengatakan
pemerintah membangun kemitraan dengan lembaga lain memberantas stunting. Hal ini ia sampaikan membuka pertemuan Orientasi Gerakan SUN(Scaling Up Nutrition ) dan 1000 hari pertama Kelahiran di salah satu hotel di Kefamenanu, Selasa (14/6).
Mantan Dirjen Bimas Katolik ini menegaskan kepada semua peserta untuk melakukan kajian yang tepat dan mendalam tentang Stunting.
“Semoga kehadiran semua peserta dalam pertemuan orientasi pembentukan gerakan SUN dan peningkatan kapasitas Gizi 1000 HPK ini, benar benar didasari oleh semangat yang tinggi agar Kabupaten TTU bebas dari Stunting di tahun 2022 ini,”harapnya.
Sementara DCOP program BISA Nutrition Internasional Donatus Marut menyatakan semua pihak terpanggil dan ikut bertanggungjawab mencegah dan memberantas Stunting.
“Kta semua dipanggil untuk terlibat secara aktif memberi informasi yang benar, mengedukasi,memotivasi dalam upaya memberantas Stunting,”ujarnya.
Donatus Marut berharap lewat kegiatan mendorong keterlibatan masyarakat sipil untuk mengentaskan stunting dan berharap agar para peserta bisa memperoleh bekal untuk bersama sama mencegah dan memberantas stunting di Kabupaten Timor Tengah Utara.
Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Robertus Ceunfin, mengaku Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Salah satu penyebabnya kata dia karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi.
Dikatan penyebabnya ada dua yakni asupan gizi yang kurang dan pola makan yang salah serta penyebab kemiskinan,kestabilan sosial politik,meningkatnya paparan penyakit, ketahanan pangan rendah dan akses pelayanan kurang.
“Stunting berdampak pada tingkat kecerdasan rendah,rentan terhadap penyakit,menurunkan produktifitas serta menghambat pertumbuhan ekonomi,”pungkasnya.






