Dishub Kendal Awasi Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu

Dishub Kendal Awasi Perlintasan Ka Tanpa Palang Pintu
Foto

KENDAL—Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal Jawa Tengah memantau perlintasan Kereta Api (KA) di wilayah itu yang belum dipasang palang pintu. Data yang diperoleh dari 31 perlintasan KA baru 15 yang sudah dilengkapi palang pintu di perlintasan KA.

Kepala Dinas Perhubungan Kendal, Muhammad Eko mengatakan 16 perlintasan yang belum ada palang pintu yang masuk kategori membahayakan.

“Sementara 16 perlintasan sebidang lainnya, belum berpalang, masuk kategori membahayakan. Makanya, warga diminta untuk berhati-hati ketika akan melintas. “Khususnya di perlintasan yang tak berpalang pintu,” kata, Muhammad Eko, Jumat (14/4/2023).

Dikatakan perlintasan sebidang kereta api yang sudah berpalang pintu, selama ini ditempatkan petugas pos palang pintu selama 24 jam. “Sehingga bisa memberikan peringatan saat kereta akan melintas,” tuturnya.

Perlintasan yang tidak berpalang pintu merupakan jalan kecil yang berada di wilayah desa. Selama ini, tidak ada petugas jaga, sehingga pengguna jalan harus lebih berhati-hati ketika hendak melintas.

Baca Juga :  Inilah Gejala Awal Terinfeksi Corona Dari Hari ke Hari

Selama arus mudik dan balik Lebaran, pihaknya akan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat. Yakni agar menugaskan Linmas di perlintasan tanpa palang pintu. Hal ini sebagai antisipasi terjadinya kecelakaan, mengingat meningkatnya aktivitas warga pada moment Lebaran.

“Kami akan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat, supaya perlintasan yang tidak berpalang pintu itu dijaga petugas Linmas selama arus mudik dan balik Lebaran,” ujarnya.

Dikatakan, untuk kenyamanan bagi pengguna jalan, Dinas Perhubungan Kendal juga melakukan pembenahan rambu-rambu jalan. Selain itu, juga perbaikan penerangan jalan umum yang ada di Kabupaten Kendal. “Tidak ada penambahan rambu-rambu, tapi hanya pengecatan ulang, sekaligus pengecekan lampu penerang jalan,” katanya.

Menurut Nurhana, warga Desa Brangsong, biasanya pada masa Lebaran, ada petugas Linmas yang berjaga. Namun sejak ada pandemi covid 19 sudah dua Lebaran, tidak lagi petugas Linmas. Karena dianggap saat ini kondisi sudah normal, warga minta ditempatkan lagi petugas Linmas, selama Lebaran ini. Ia beralasan arus perlintasan pada saat  Lebaran akan meningkat.

Baca Juga :  Kejari Sabu Raijua Perkuat Transparansi Pengelolaan Dana Desa

“Kalau Lebaran kan ramai, jadi kalau bisa ada penjaga supaya aman, soalnya kadang orang yang mau lewat tidak tengok kanan kiri dulu,” katanya. (Gibran Kemakmuran)

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts