Disnaker Malang Berangkatkan Satu Keluarga ke Sulawesi Tengah

Disnaker Malang Berangkatkan Satu Keluarga Ke Sulawesi Tengah
Ist
Disnaker Malang Berangkatkan Satu Keluarga Ke Sulawesi Tengah
Ist

MALANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Malang, melepas satu keluarga yang mengikuti program transmigrasi ke Sulawesi Tengah, Jumat (14/10/2022).

Kabid Transmigrasi Disnakertrans, Wahyuningsih Suharti mengatakan warga yang diberangkatkan merupakan implementasi dari program transmigrasi yang digulirkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

“Tahun ini kami hanya mendapatkan jatah satu kuota untuk diberangkatkan sebagai transmigrasi menuju Sulawesi Tengah,” ucapnya.

Menurutnya, sebenarnya animo warga untuk transmigrasi di Malang cukup tinggi namun kuota yang diberikan terbatas.
Ia menjelaskan tahun ini lebih dari 50 Kepala Keluarga (KK) yang mendaftar sebagai peserta program transmigrasi. Namun yang beruntung adalah warga Kelurahan Kalirejo RT 04/ RW 04, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Baca Juga :  Gerindra Dipastikan Raih 3 Kursi di Dapil 7 Sulsel, Andi Tenri Abeng Salangketo Puncaki Perolehan Suara

“Yang berkesempatan kali ini itu pak Bambang (41), bersama dengan enam orang anggota keluarganya akan berangkat menuju Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah,” jelasnya.

Wahyu menjelaskan, program transmigrasi ini sempat diberhentikan akibat adanya pandemi Covid-29, dan baru tahun ini Kemendes PDTT berangkatkan transmigrasi dari Pulau Jawa menuju UPT.

“Saat ini berdasarkan informasi untuk Jatim hanya mendapatkan kuota 50 dan Kabupaten Malang kebagian satu kuota,” jelasnya.

Wahyu mengatakan bahwa yang berangkat adalah Bambang yang sudah menunggu dua tahun, yang memiliki pekerjaan serabutan.

“Kebanyakan yang mendaftar menjadi trans itu ingin mengubah perekonomian hidupnya karena rata-rata mereka tidak memiliki penghasilan tetap dan tidak memiliki rumah,” terangnya.

Baca Juga :  Kajari TTU Tekankan Sembilan Prinsip Integritas di SMA Pelita Karya Kefamenanu

Wahyu menegaskan, para peserta transmigrasi tersebut akan mendapatkan lahan seluas 1 hektar serta alat pertanian dan juga rumah sebagai hunian. Sedangkan dari pemerintah daerah yang memberangkatkan memberikan pelatihan dan uang saku.

“Sedangkan untuk tahun pertama mereka akan mendapatkan biaya hidup dari kementerian,” tegasnya.

Diketahui, Bambang juga mendapatkan uang saku dari BRI cabang Kepanjen Kabupaten Malang, Minatex, Molindo, serta dari disnaker setiap jiwa mendapatkan Rp 1 juta rupiah.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts