Kota Malang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang tampaknya sangat getol untuk membuat Ruang Terbuka Hijau (RTH), agar dapat merubah tampilan Kota Malang.
Bahkan, DLH Kota Malang juga telah melakukan pembangunan taman di beberapa titik dengan menggunakan sistem swakelola.
Pembangunan itu antara lain, pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) atau taman di Jalan Kediri, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Yamur, dan Jalan Gajahmada, serta taman langsep, Taman Raden intan, Taman bale Arjosari.
Akan tetapi, upaya DLH untuk mempercantik tampilan Kota Malang tersebut tidak dibarengi dengan perhatian dan perawatan beberapa taman yang sudah ada. Seperti, taman yang ada di area velodrom.
Diarea tersebut, terlihat beberapa taman yang tidak memiliki fasilitas tempat sampah, dan bahkan terlihat banyak sampah yang hanya di kumpulkan saja, tanpa diangkut atau dibersihkan.
Menanggapi hal tersebut, Pemerhati Tata Kelola Pemerintahan Malang Raya, Awangga Wisnuwardhana mengatakan, bahwa DLH Kota Malang dinilai tidak serius dalam melakukan pemeliharaan dan perawatan aset mereka, karena tidak ada penambahan fasilitas berupa tempat sampah maupun toilet.
“DLH Kota Malang, memang dalam melakukan pemeliharaan dan perawatan rutin terhadap asetnya terkesan tidak serius. Padahal pembangunan taman tersebut menggunakan uang rakyat,” ucapnya, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (25/9/2024).
Pria yang akrab disapa Angga ini menjelaskan, di wilayah Kota Malang sebenarnya banyak taman yang dinilai kurang perhatian dari pemerintah dalam hal ini DLH.
“Sebenarnya di Kota Malang banyak taman yang seperti tidak terawat, jika dirawat pasti bisa dijadikan tempat wisata, seperti halnya taman velodrom yang terletak di Sawojajar, itu bisa dijadikan wisata edukasi, tapi sekarang terlihat kumuh dan tidak terawat,” jelasnya.
Padahal, lanjut Angga, taman Velodrom tersebut telah dibangun dengan baik, akan tetapi tidak ada perawatan dan pemeliharaan.
“Kalau alat outdoor gym dan fasilitas lainnya sudah rusak, siapa yang mau kesana. Belum lagi banyaknya tumpukan sampah, jelas menimbulkan kesan kumuh,” tegasnya.
Perlu diketahui, di area Velodrom tersebut saat ini kerap dijadikan sebagai tempat mesum dan tindak kejahatan. Lantaran, minimnya fasilitas yang membuat masyarakat enggan berkunjung ke taman Velodrom tersebut.






