Kabupaten Malang, ZonaNusantara – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Malang pada Jumat (3/7/2026).
Dalam kunjungannya, Wamenkes bersama Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, memimpin kegiatan “Gebyar Percepatan Eliminasi TBC” yang berlangsung di SMK Bina Bangsa, Kecamatan Dampit.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dan agresif pemerintah dalam upaya nasional mewujudkan Indonesia Bebas TBC, melalui pendekatan yang lebih terintegrasi dan masif.
Dalam arahannya, Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus menekankan pentingnya langkah proaktif untuk memutus rantai penularan Tuberkulosis di Indonesia. Kemenkes kini mengintensifkan program Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB) berbasis X-Ray dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar langsung ke pemukiman warga.
“Kami menargetkan 100 persen kontak erat dari pasien TBC wajib diperiksa untuk memutus mata rantai penularan. Masyarakat yang terdeteksi positif harus segera diobati hingga sembuh 100 persen. Pengobatan TBC tersedia gratis di Puskesmas, selama pasien disiplin menjalani pengobatan,” tegas Benjamin.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, khususnya Puskesmas, akan menjadi garda terdepan dalam strategi deteksi dini yang komprehensif.
Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, menyambut baik kolaborasi pusat dan daerah ini. Menurutnya, percepatan eliminasi TBC sangat selaras dengan Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) Presiden Prabowo.
Pemkab Malang telah menerapkan beberapa langkah inovatif untuk menangani kasus TBC, dengan Integrasi Teknologi, yang penggunaan SSTB X-Ray dengan didukung oleh Artificial Intelligence (AI) untuk deteksi yang lebih cepat, tepat, dan presisi.
Selain itu, melalui pendekatan “Jemput Bola” dengan tujuan untuk memastikan akses layanan kesehatan menjangkau masyarakat secara langsung.
Kemudian, akan melakukan pengembangan rumah sakit rujukan baru di wilayah Dampit sebagai Pusat Pelayanan Paru untuk mempermudah akses rujukan, khususnya bagi penderita TBC Resisten Obat (TB-RO).
Berdasarkan data per 1 Juni 2026, Kabupaten Malang mencatat penemuan kasus sebanyak 1.289 dari estimasi beban 6.093 kasus (sekitar 21 persen).
Menyikapi data tersebut, Pemkab Malang berkomitmen melakukan penanganan yang extraordinary guna menekan angka morbiditas penyakit pernapasan.
Kegiatan yang berlangsung di Dampit ini menetapkan target layanan kesehatan yang luas bagi masyarakat setempat dengan Skrining X-Ray yang ditargetkan kepada 300 sasaran untuk deteksi dini.
Selanjutnya, melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang ditargetkan menjangkau 5.040 peserta, yang dilakukan dengan standardisasi layanan untuk memastikan lebih dari 90 persen sasaran terduga TBC mendapatkan pemeriksaan lanjutan sesuai standar kesehatan nasional.
“Mudah-mudahan sinergi lintas sektor ini dapat berjalan semakin efektif dan akseleratif dalam mewujudkan Kabupaten Malang yang sehat serta mendukung visi Indonesia Bebas TBC,” pungkas Lathifah.






