Proyek Strategis Jalan Gadang–Bumiayu Disorot Publik: Pengerjaan Lamban, Kontraktor Diduga Minim Komitmen

Proyek Strategis Jalan Gadang–Bumiayu Disorot Publik: Pengerjaan Lamban, Kontraktor Diduga Minim Komitmen

Kota Malang, ZonaNusantara – Proyek rekonstruksi dan rehabilitasi ruas Jalan Gadang–Bumiayu, Kota Malang, kini menuai sorotan tajam dari masyarakat.

Proyek strategis yang dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat senilai Rp 14,9 miliar tersebut dinilai berjalan sangat lamban dan diduga mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Kekhawatiran publik muncul setelah melihat minimnya intensitas pengerjaan di lokasi proyek.

Berdasarkan pantauan lapangan pada Jumat (3/7/2026) pukul 09.49 WIB, tidak terlihat adanya aktivitas pekerjaan atau pekerja yang berada di lokasi proyek rehabilitasi ruas Jalan Gadang–Bumiayu tersebut.

Padahal, ruas jalan ini merupakan jalur vital bagi akses ekonomi masyarakat, terutama sebagai akses utama menuju Pasar Induk Gadang (PIG).

Lambatnya progres pengerjaan memicu kekhawatiran bahwa proyek tidak akan rampung sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Bawaslu Kota Malang Hentikan Program Tebus Sembako Murah di Sawojajar

Seorang kontraktor yang enggan disebutkan namanya menyoroti ketimpangan antara nilai proyek yang fantastis dengan realisasi di lapangan.

Ia menilai bahwa dengan durasi pengerjaan 172 hari untuk ruas jalan sepanjang 674 meter, semestinya pihak kontraktor pelaksana, CV Darussalam, dapat bekerja dengan lebih intensif.

“Ketika saya lihat proses pengerjaannya, dengan proyek miliaran rupiah tetapi hanya segelintir pekerja yang tampak, saya ragu ini bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.

Ia menambahkan kecurigaannya bahwa pihak kontraktor terkesan sengaja memperlambat pekerjaan demi kepentingan pencairan termin.

“Kelihatan kalau hanya mengatur waktu agar termin turun. Jadi kontraktor bekerjanya hanya mengharapkan pencairan termin saja, bukan mengejar target penyelesaian,” tegasnya.

Untuk diketahui, proyek senilai Rp 14,9 miliar ini terbagi dalam dua porsi alokasi pengerjaan.

Baca Juga :  Dari Pelantikan ke Tugas, Edi Rahman Tekankan Persiapan Matang untuk PTPS

Untuk pengerjaan rehabilitasi ruas jalan Gadang–Bumiayu anggarannya sebesar Rp 12 miliar dengan panjang 674 meter.

Sedangkan, untuk pengerjaan jalan sirip di di area Pasar Induk Gadang alokasi anggaran sebesar Rp 1,9 miliar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak CV Darussalam terkait lambatnya progres pengerjaan di lapangan.

Masyarakat berharap pihak terkait, termasuk pengawas proyek dan dinas terkait, segera melakukan evaluasi terhadap kinerja kontraktor agar akses ekonomi masyarakat di wilayah Gadang–Bumiayu tidak terganggu lebih lama.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts