Kefamenanu, zonanusantara– Segala sesuatu ada waktunya. Tidak ada yang abadi. Seorang abdi negara, Vinsentius Sintu Lopez, resmi memasuki masa pensiun. Ia mengakhiri masa pengabdian sebagai PPPK di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, melalui penyerahan Surat Keputusan pensiun pada Selasa (19/5/2026).
Bersama Vinsentius, Drs. Pius Thaal, M.Pd. juga menerima SK purna bakti pada hari yang sama. SK tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag TTU, Marianus Keo, S.Fil., M.Ed., didampingi Kasubbag TU Yosep Kainio, S.Ag.; Kepala Seksi Pendidikan Katolik Maxi Fanu, S.Ag.; Kasie Bimkris Penehas Batuk, S.H.; Koordinator UP Marselus Siki, S.H.; Koordinator Umum Agustinus Ba’un, S.Sos.; Koordinator Keuangan Maria G. Sila, S.E.; Selviana Ua Sanak, S.E.; serta seluruh Pengawas Agama Katolik. Ruangan Kepala Kantor Kemenag TTU menjadi saksi penyerahan SK purna bakti kepada Vinsentius Sintu Lopez dan Drs. Pius Thaal, M.Pd.
Dalam sambutannya, Kepala Kemenag TTU menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika organisasi. Menurutnya, perbedaan pandangan dan ketegangan dalam lembaga bukanlah hal yang perlu ditakuti, melainkan bagian dari proses untuk membangun kekuatan bersama.
“Ketegangan sangat dibutuhkan untuk bersatu. Jadi harus tegang dulu baru bisa menyatu. Tanpa ketegangan, tidak mungkin ada persatuan yang kuat. Semua itu menjadi warna yang memperkuat kebersamaan kita,” ungkap Marianus Keo disambut senyum dan tawa hadirin.
“Saya merasa kuat berada di Kemenag TTU karena ada orang-orang hebat. Kemenag TTU menjadi salah satu satker yang luar biasa karena dibangun oleh manajemen dan kerja sama yang kuat. Ini bukan kerja _one man show_, tetapi kerja bersama,” tegasnya.
Selama 10 bulan mengabdi di Kantor Kementerian Agama, Vinsentius Sintu Lopez yang berlatar belakang jurnalis dipercaya bertugas di bagian Humas. Ia juga tercatat sebagai staf PLO.
Marianus Keo menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi yang telah ditunjukkan oleh Drs. Pius Thaal sebagai Pengawas Pendidikan Agama Katolik dan Vinsentius Sintu Lopez.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Muhammad Rosihul yang berpindah tugas ke Kementerian Haji. Ia berharap keduanya menikmati masa pensiun dengan sukacita, kesehatan, dan kebahagiaan bersama keluarga. Kepada Muhammad Rosihul, ia berharap agar semakin semangat di tempat tugas yang baru.
“Pensiunlah dengan senyum dan hati penuh syukur. Terima kasih atas pengabdian, kebersamaan, dan teladan luar biasa yang telah diberikan bagi Kemenag TTU,” tutup Marianus Keo.
Sementara itu, purnabakti Pius Thaal dan Vinsentius Sintu Lopez mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor, seluruh kepala seksi, para koordinator, dan seluruh rekan Kemenag TTU yang tidak dapat disebutkan satu per satu atas kerja sama yang baik. Keduanya juga memohon maaf apabila ada sikap, tutur kata, dan perbuatan yang kurang berkenan selama bertugas sebagai abdi negara di Kemenag TTU.
Mereka mengajak seluruh ASN untuk membuang “sampah-sampah” persoalan yang dapat merusak hubungan persaudaraan. Menurut mereka, komunikasi yang baik dan semangat saling menghargai menjadi fondasi utama dalam menjaga soliditas lembaga.






