
MALANG, Ada yang menarik dalam perhelatan politik di Pilkada Kabupaten Malang. Dua parpol yang sebelumnya ngotot membangun koalisi, justru berseberangan alias berpisah di saat kritis menjelang pembukaan pendaftaran di KPUD setempat.
Golkar dikabarkan gabung ke Sanusi Didik Gatot Soebroto (SanDi) sementara Hanura berlabuh ke Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub).
Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Malang, Sudarman mengatakan, sejak awal Golkar berniat berkoalisi dengan Hanura, lantaran sama-sama dalam satu fraksi. Sudarman mengaku DPP golkar memberikan SK kepada SanDi. dengan keputusan ini Golkar terpaksa tinggalkan Hanura dan memilih jalan sendiri dan mengikuti arah DPP Gokkar ke SanDi.
“Kami (Golkar) sudah resmi bergabung ke SanDi. Surat rekomendasi diberikan langsung oleh ketua DPD Golkar Jawa Timur, pak Sarmuji ke pak Sanusi dan pak Didik di Surabaya,” ucapnya, Kamis (3/8).
Menurut Sudarman, keputusan DPP Partai Golkar mendukung SanDi karena rekam jejak Sanusi yang dianggap telah memiliki kemampuan yang baik dalam hal kepemimpinan.
“Pak Sanusi ini cukup baik. Dia pernah jadi anggota parlemen beberapa kali. Dan sejauh ini kepemimpinannya juga cukup baik. Maka dari itu Golkar percaya SanDi adalah yang tebaik buat Kabupaten Malang,” jelasnya.
Keputusan tersebut, lanjut Sudarman, diambil bukan karena hasil survei yang menyatakan jika Bapaslon SanDi berpotensial untuk menang di Pilbup Malang 2020.
“Kami tidak memilih siapa yang akan menang. Kami memilih karena kesamaan visi dan misi membangun Kabupaten Malang dan menyejahterakan warganya. Dan SanDi lah yang cocok,” terangnya.
Golkar kata Sudarman bertekad
memenangkan SanDi. Apalagi, Golkar sudah kuat di tataran desa sampai kecamatan. Modal ini kata dia bergerak untuk memenangkan SanDi.





