Dukcapil TTU Gandeng YKPA Mitra ChildFund Gelar Workshop Percepatan Akta Lahir Integrasi Pengguna Asa NTT

20240626 105001 scaled - Zonanusantara.com

KEFAMENANU,- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, menggandeng Yayasan Karunia Pengembangan Anak (YKPA) mitra ChildFund Internasional di Indonesia area NTT menyelenggarakan kegiatan Workshop Percepatan Akta Lahir Integrasi Pengguna Akta Lahir untuk Semua Anak (ASA).

Workshop Ini sebagai upaya memperkuat sistem perlindungan anak dalam kerangka membantu meningkatkan cakupan kepemilikan akta kelahiran, mempromosikan pentingnya memiliki identitas hukum di masyarakat terutama hak atas identintas dan memfasilitasi masyarakat untuk mengakses layanan identitas hukum atau pencatatan kelahiran keberfungsian aparat Pemerintah Desa di beberapa desa sasaran melalui aplikasi ASA NTT.

Read More

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten TTU, Richardus Erwin Taolin menyampaikan ucapan terimakasih kepada YKPA bekerjasama dengan ChildFund Internasional di Indonesia area Nusa Tenggara Timur atas terselenggaranya kegiatan tersebut, karena sangat membantu dalam proses penuntasan akta kelahiran di Kabupaten TTU.

“Kami sangat berterimakasih, karena kegiatan ini sangat membantu dalam proses penuntasan dokumen kependudukan khususnya akta kelahiran di Kabupaten TTU,”katanya selepas kegiatan di Hotel Grand Royal Kefamenanu, Rabu (26/6/2024).

Dukcapil TTU, kata Richardus Erwin Taolin yang biasa disapa Erwin, mengatakan Dukcapil TTU mempunyai program yang berkaitan dengan strategi untuk penuntasan dokumen tetapi masih jauh dari harapan, sehingga kehadiran YKPA di Kabupaten TTU sangat membantu karena ada NGO yang mempunyai perhatian membantu penuntasan dokumen akta kelahiran di Kabupaten TTU.

Baca Juga :  Dukungan untuk Petani Bone, Presiden Jokowi dan Menteri Pertanian RI Akan Panen Raya di Bumi Arung Palakka

Kegiatan ini dilaksanan selama dua hari, tanggal 26-27 Juni 2024 yakni Workshop bersama semua pemangku kepentingan berkaitan dengan kebijakan di Kabupaten TTU yang akan ditindaklanjut para Camat dan Kepala Desa, dan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi para kepala seksi pemerintah dan operator desa. Mereka (kasie pemerintah dan operator desa-red) ini yang menjadi ujung tombak penuntasan dokumen akta kelahiran di desa.

“Kita berharap melalui bimtek besok, para peserta yang nanti hadir akan membantu kepengurusan dokumen akta kelahiran,”ungkapnya.

Sementara itu, Officer Partnership Portofolio, Tabitha Kale, menjelaskan Workshop ini sebagai upaya memperkuat sistim perlindungan anak dalam kerangka membantu meningkatkan cakupan kepemilikan akta kelahiran, mempromosikan pentingnya memiliki identitas hukum di masyarakat terutama hak atas identitas dan memfasilitasi masyarakat untuk mengakses layanan identitas hukum atau pencatatan kelahiran keberfungsian aparat pemerintah desa di beberapa desa sasaran melalui aplikasi ASA NTT.

Ia menyampaikan, dilaksanakannya kegiatan Workshop ini karena isu terkait akta kelahiran masih cukup tinggi di Propinsi NTT. Data yang diperoleh pihaknya menyebutkan, khusus Kabupaten TTU perlu kerja keras antara semua pihak supaya bisa mencapai target 100 persen sesuai target secara nasional yakni 100 persen.

Baca Juga :  Pospam Plus Nataru, Kapolres Kep Seribu Beri Semangat Anggotanya

Sebelumnya, kata dia, Workshop percepatan angka kelahiran aplikasi pengguna ASA NTT sudah dilaksanakan di Kabupaten Sika dan Kabupaten SBD. Pada Workshop kali ini pihaknya menghadirkan Dukcapil SBD dalam kegiatan ini untuk berbagi praktek juga menjadi pioner dari penggunaan aplikasi ASA NTT bagi Kabupaten-Kabupaten lainnya.

“Cita-cita besar dari Workshop ini adalah seluruh anak-anak di Kabupaten TTU khususnya atau di Propinsi NTT pada umumnya di Indonesia memiliki akta lahir karena pelayanan akte lahir menjadi dasar dari seluruh pelayanan terhadap anak-anak, untuk memudahkan mereka dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan bahkan pelayanan hukum,”imbuhnya.

Sedangkan, Ketua Yayasan Karunia Pengembangan Anak (YKPA) NTT, Bernadina Dhana menyampaikan bahwa, misi besar pihaknya adalah anak-anak terdaftar dan mempunyai akses identitas sendiri.

“Misi besar kita adalah program pengasuhan. Dengan program pengasuhan, hak-hak anak juga terpenuhi, tidak ada kekerasan, perlindungan anak terjaga. Pasalnya kita mendapati tidak sedikit anak-anak yang dikeluarkan dari sekolah karena tidak memiliki identitas seperti kartu keluarga, dan akte lahir tidak ada sehingga kita berharap, para kepala Desa, Camat dan Dukcapil berkolaborasi menjadi tim yang kuat untuk bisa mendekatkan pelayanan,”tukasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *