BONE–Hari yang penuh bersemangat di Poktan Marennu, Desa Solo, Kecamatan Dua Boccoe, kabar baik datang dalam bentuk kunjungan yang penuh makna. Bapak Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone H Andi Asman Sulaiman SSos MM berkunjung untuk mendukung program Gerakan Nasional (Gernas) yang bertujuan mengantisipasi dampak El Nino.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi acara biasa, melainkan juga sebuah momen emosional bagi warga Poktan Marennu dan segenap Crew Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kec. Dua Boccoe.
Mereka bersama-sama mengucapkan terima kasih atas kehadiran Andi Asman Sulaiman yang tak lain adik mantan Menteri Pertanian RI.
Kehadirannya memberikan motivasi dan inspirasi kepada para petani, memberikan semangat untuk terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani di seluruh Kecamatan Dua Boccoe. “Puang Kadis diharapkan senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan untuk terus mendampingi Penyuluh Pertanian Lapangan se Kabupaten Bone dalam upaya pembangunan pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani,” ungkap Koordinator BPP Kecamatan Dua Boccoe, Hasanuddin Dahlan.
Yang membuat momen ini menjadi luar biasa adalah kesediaan Kadis TPHP untuk turun langsung ke sawah, meskipun dalam kondisi fisik yang belum sepenuhnya fit. “Petani dan peserta tanam merasa terharu melihat kepedulian dan semangat tinggi Puang Kadis yang tidak hanya berkunjung, tetapi juga rela berjalan di sawah tanpa sepatu,” katanya.
Hal serupa juga diungkapkan Ketua Kelompok Tani Yuswandi. Kisah ini menggugah perasaan banyak orang dan menunjukkan betapa besarnya keinginan Kadis TPHP Bone untuk melihat pertanian Kabupaten Bone maju dan petani sejahtera.
“Kunjungan ini bukan hanya kunjungan biasa, tetapi juga sebuah contoh nyata tentang bagaimana seorang pemimpin bisa berkomitmen secara penuh untuk kemajuan daerahnya. Puang Kadis telah membangun jembatan empati dan kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat petani. Semoga kunjungan ini menjadi awal dari banyak perubahan positif di Kabupaten Bone,” tuturnya.
Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kab. Bone H Andi Asman Sulaimam mengungkapkan bahwa ia lahir dari keluarga petani. Sejak usia dini, Andi Asman telah terbiasa turun ke sawah untuk membantu orang tuanya dalam menanam padi.
“Saya lahir dalam keluarga petani ndi, sudah terbiasa main lumpur. Saya merasa bahagia bisa bersatu dengan petani, dan kebahagiaan petani adalah kebahagiaan saya. Saya juga merasa sedih ketika petani menghadapi kesedihan,” tuturnya. (*)






