
JAKARTA, Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) bakal menggelar Festival Adat Nusantara (FAKN) pada tanggal 28 hingga 30 September di Keraton Sumedang Larang, yang juga menjadi Museum Prabu Geusan Ulun di Regol Wetan, Sumedang Selatan, Sumedang, Jawa Barat
Terkait event tersebut Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berharap festival kerajaan Nusantara dilaksanakan sesuai jadwal.
“Saya berharap agendanya sesuai jadwal yang telah ditentukan,’ ucap LaNyalla saat menerima audiensi perwakilan Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), di Lantai VIII Gedung Nusantara III Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, belum lama ini.
Menurut LaNyalla, sebagai perwakilan daerah, DPD berkepentingan untuk melestarikan keraton dan kerajaan di Nusantara. Eksistensi keraton dan kerajaan harus didukung agar dapat bertahan di tengah perubahan yang terjadi.
“Festival ini adalah satu cara dan upaya untuk melestarikan kebudayaan luhur di daerah yang dimiliki oleh keraton dan kerajaan di Nusantara ini. Melalui kegiatan ini eksistensi keraton dan kerajaan akan terawat dengan baik,” papar LaNyalla.
Senator asal Jawa Timur itu melanjutkan, keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak bisa dilepaskan dari peranan kerajaan-kerajaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, kata dia, negara mengakui dan memberikan tempat yang khusus bagi keberadaan kerajaan di Nusantara sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 18B ayat 2.

Mantan Ketum PSSI pusat ini telah keliling Nusantara. Di setiap kunjungan, ia kerap dinobatkan sebagai salah satu tokoh adat. Gelar kesrifan lokal ini hanya diberikan khusus kepada tamu atau pejabat negara yang dianggap layak dan berkompeten.
Ketika berkunjung ke Buton, selaku anggota Dewan Pembina Pusat Majelis Kerajaan Adat Nusantara, LaNyalla dianugerahi gelar kehormatan adat dari lembaga adat Kesultanan Buton sebagai Mia Ogena Yi Saragau.
Kapitalo Matanaeo Panglima Perang Bagian Timur Lembaga Adat Kesultanan Buton, Laode Muhammad Arsal menjelaskan, makna dari ungkapan Mia Ogena adalah ungkapan bagi pemimpin yang profesional.
Bulan lalu, saat melakukan kunjungan ke Nusa Tenggara Timur, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, juga mendapat gelar kehormatan Napufunu (Pelindung Besar) serta diangkat sebagai anggota kehormatan Dewan Adat, saat mengunjungi Uma Batu Kerajaan (Nusak) Termanu di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
Kehadiran LaNyalla di kerajaan yang berada di Pulau Rote, pulau paling Selatan Indonesia, disambut langsung Raja Termanu, Vicoas Trisula Pati Amalo, beserta permaisuri, Actry Mevi Amalo, dan kerabat kerajaan lainnya.
Sebagai senator LaNyalla sangat konsen dengan pelestarian budaya peninggalan leluhur serta kearifan lokal sebagai bagian dari membangun dan melestarikan budaya bangsa






