BONE–Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone, H. Andi Asman Sulaiman, hadir dalam acara tanam perdana di Desa Solo, Kecamatan Dua Boccoe. Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Kepala Desa Solo, Kepala Desa Sailong, Babinsa Serda Michael, Koordinator BPP, Penyuluh Hasanuddin, tokoh masyarakat, dan kelompok tani milenial Sipadecengi.
Andi Asman Sulaiman, dalam kesempatan tersebut, mengungkapkan bahwa luas lahan tanaman padi di Desa Solo mencapai 2.600 hektar. Menariknya, petani di wilayah ini hanya mengandalkan pompanisasi dari sungai Walanae untuk irigasi lahan mereka. Meskipun musim El Nino, Andi Asman Sulaiman menyatakan kebanggaannya terhadap produktivitas petani di Kabupaten Bone, mencapai 802.021 ton padi sepanjang Januari hingga September 2023.
Namun, Andi Asman Sulaiman juga mengakui perlunya strategi yang tepat untuk mengatasi El Nino, agar dampaknya tidak berujung pada gagal panen dan krisis pangan. Ia menyoroti perbedaan antara mitigasi dan adaptasi dalam menghadapi El Nino, terutama untuk pertanian di lahan kering dan lahan rawa.
Lebih lanjut, Andi Asman Sulaiman mengumumkan bahwa dalam waktu dekat, tanam perdana juga akan digelar di Desa Sailong, Kecamatan Dua Boccoe. Ia juga berkomitmen untuk membagi kluster yang terkait dengan penyangga pangan, serta mengevaluasi sistem irigasi yang ada.
Andi Asman Sulaiman berbicara dengan keyakinan bahwa Kabupaten Bone akan terus menjadi pilar penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan di tingkat lokal maupun nasional. Sejak menjabat sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, ia telah mengimplementasikan berbagai program sukses, seperti program IP400 dan kampung hortikultura, yang telah membantu meningkatkan pendapatan petani di wilayah ini. (*)






