
MALANG, Tiga Lembaga, masingmasing Polres Malang Kota IKIP Budi Utomo serta PWI Malang Raya, menggelar vaksinasi dosis kedua untuk mendukung herd Immunity di Kampus C IKIP Budi Utomo Malang, jalan Citandui, Kota Malang, Selasa (12/10).
Ketua PWI Malang Raya, Cahyono mengatakan, kegiatan vaksinasi dosis kedua ini berkat adanya kerjasama antara Polresta Malang Kota, dan IKIP Budi Utomo Malang, dengan menyediakan dosis seperti pada tahap pertama, yakni 1000 dosis vaksin.
“Kegiatan vaksinasi ini banyak diikuti oleh kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. Untuk jenis vaksin sama dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pertama dulu, yakni Sinovac,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto melalui Kapolsek Blimbing AKP Rizal Yanuar menyampaikan, vaksinasi tahap kedua ini untuk mahasiswa dan masyarakat umum, dengan tajuk vaksinasi gembira.
“Kami sengaja memilih tajuk ini agar masyarakat peserta vaksinasi dapat gembira mengikuti program pemerintah. Kami menyasar pada target yang dosis pertama yakni mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus IKIP ini,” kata Rizal, saat ditemui awak media, disela-sela peninjauan vaksinasi, di Kampus C IBU, Jalan Citandui, Kota Malang.
Dalam kegiatan vaksinasi kali ini, lanjut Rizal, menggunakan menggunakan vaksin berjenis Sinovac, dan Polresta Malang Kota menerjunkan sebanyak 40 personil.
“Nakesnya dari kami (Polresta Malang Kota), sedangkan untuk tenaga administrasi itu dari IBU, ada 25 orang. Jadi kurang lebih ada 65 petugas dalam kegiatan hari ini,” jelasnya.
Ketika disinggung mengenai animo peserta vaksinasi, Rizal mengaku sejauh ini animo peserta cukup tinggi. Hal itu mengingat saat ini vaksinasi menjadi salah satu hal wajib yang harus dilakukan masyarakat.
“Animo masyarakat saat ini sangat antusias, walau beberapa memang target kita bukan hanya dari sekitar sini saja, tapi dari luar kota kami juga menerima,” terangnya.
Di sisi lain, Rektor IKIP Budi Utomo (IBU) Malang, Nurcholis Sunuyeko menyebutkan, dalam vaksinasi tahap kedua yang digelar ini juga sebagai bukti bahwa kampusnya merupakan salah satu kampus di Malang yang sangat mendukung program pemerintah.
“Disini sudah hampir 100 persen mahasiswa dan dosen telah tervaksin. Namun untuk vaksin booster masih kami bicarakan kembali,” pungkasnya.






