Kenangan Biru

Kenangan Biru
Ist
Kenangan Biru
Ist
Oleh : Hendrika LW
 
Lampu temaram di sepanjang makadam
Menggiring roda-roda hitam
Untuk terus menggelinding
Bersama perasaan yang lagi kasmaran
 
Angin senja mencumbu rayu
Di balik kaca basah oleh titik embun
Melirik pemilik suara bass yang meluruhkan jiwa
Hingga hati melumer di situ
Ahh, tonggeret menyanyi kian kencang
Di antara pohon pinus di sepanjang jala
Namun apa dikata, suara bass itu terdengar lebih merdu
Serasa tak ingin pulang
Saat tangan lembut menggelayut pinggang
Tangan lembut, yang sesaat kemudian menghilang
Jalan Flamboyan
Di jalan itu, aku menemukan dirimu
Permata yang telah lama kucari-cari
Di antara gemerlap kemilau kota
Di antara riuh bising para perayu
Di jalan itu, aku menggandeng erat tanganmu
Kita menyusuri lorong waktu
Tentang masa lalu, tentang cinta
Tentang angan dan mimpi yang menyerupai
Oh Flamboyan, entah berapa purnama
Kita seiring sejalan mendekap harapan
Kita menguntai cinta dalam kuntum melati
Oh Flamboyan, nyanyian sendu
Berbaur merdunya serunai gembala
Membuat hatiku tak ingin melupa

Related posts