
JAKARTA- Gods Flame Digital Co., Ltd, perusahaan swasta nasional Indonesia, PT Tunas Artha Pratama (TAP) menjalin kerjasama strategis dengan Ding Chen Carbon Asset Management Co., Ltd., serta mengumumkan mengenai hak-hak atas karbon, serta mengembangkan dunia metaverse atau sistem teknologi komunikasi dari perkumpulan orang-orang untuk masuk ke dunia virtual.
Ding Chen mendapat hak-hak karbon, yang parallel dengan pengembangan teknologi serta hak penyalurannya. Semuanya akan diterapkan dalam perjanjian kerjasama strategis.
Acara penandatanganan kerjasama berlangsung di gedung Menara Kadin, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, (01/03)
Perusahaan swasta Indonesia melalui Kadin (kamar dagang dan industri Indonesia) Kalimantan Tengah juga diikut-sertakan, yakni TAP. “Saya akan mengordinasi pihak-pihak yang ikut urun rembuk pada proyek ini,” konsultan industri kimia, Stephen Lo mengatakan kepada Redaksi.
Sementara itu, chairman TAP Tugiyo Wiratmojo meyakinkan bahwa kerjasama dengan dua institusi Taiwan ini sudah sangat tepat, mengingat Indonesia merupakan paru-paru dunia dengan luas hutan hampir 100 juta, termasuk hutan Kalimantan Tengah (Kalteng) yang luasnya mencapai sekitar 12 juta hektar.
Paru paru dunia ada di Kalimantan Tengah, 12 juta hektar terdiri dari tiga fungsi, yakni hutan konservasi, hutan lindung dan hutan produksi.
“Terkait dengan hak-hak atas karbon, hutan produksi dapat dikonversi. Kami sudah bermitra (kerjasama) dari luas hutan lebih dari 560 ribu,” ujarnya.
Selain itu pihaknya telah mengantongi izin pemelihraan, Izin pengelolaan, pemeliharaan, perlindungan dan penelitian hutan, Luas hutan di empat wilayah, yakni kabupaten Barito Selatan, Gunung Mas, Barito Timur dan Kapuas.
“Sehingga kami selalu menyampaikan bahwa masa depan dunia ada di Indonesia, terutama dengan kelestarian alam di Kalteng sesungguhnya untuk dunia,” Tugiyo Wiratmojo mengatakan kepada Redaksi. (Setiawan Liu)






