Kabupaten Malang, ZonaNusantara – Kondisi sarana prasarana di SDN 2 Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, kini menjadi sorotan setelah terungkapnya kerusakan parah pada ruang kelas yang digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Sebanyak 18 siswa kelas 4 dilaporkan harus belajar di ruang kelas dengan plafon yang berada dalam kondisi kritis dan berisiko ambruk.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan terjadi pada hampir seluruh struktur atap ruang kelas. Kayu penyangga utama plafon diketahui telah lapuk dimakan usia. Dalam upaya darurat, plafon tersebut kini hanya ditopang menggunakan batang bambu seadanya.
Kondisi ini semakin diperparah dengan lembaran asbes yang terus berjatuhan, meninggalkan lubang menganga yang secara langsung mengancam keselamatan siswa dan tenaga pendidik saat berada di dalam ruangan.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si., menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk segera melakukan penanganan.
“Kami akan segera menghubungi Kepala Dinas Pendidikan agar hal ini ditangani secepatnya,” tegas Budiar saat dikonfirmasi, Sabtu (18/7/2026).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan, A.P., M.Si., menyatakan bahwa SDN 2 Klepu sebenarnya telah masuk dalam radar prioritas penanganan dinas.
“Kondisi SDN 2 Klepu sudah kami tindak lanjuti. Tim Dinas Pendidikan telah melakukan survei lapangan, dan sekolah tersebut sudah masuk dalam usulan prioritas rehabilitasi yang kami sampaikan kepada Bapak Bupati,” jelas Bagus.
Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Malang juga telah berkoordinasi lintas instansi, termasuk dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) dan Direktorat SD Dikdasmen, untuk mempercepat proses rehabilitasi.
Sebagai langkah antisipasi demi keselamatan siswa, Dinas Pendidikan telah mengambil tindakan tegas, dengan meminta agar ruang kelas yang dinilai berisiko tinggi kini tidak diperkenankan untuk digunakan dalam aktivitas KBM.
Untuk kegiatan belajar dialihkan ke tempat yang lebih aman guna meminimalisir risiko bagi peserta didik.
Tim terkait tengah melakukan verifikasi teknis lanjutan untuk memastikan tingkat kerusakan dan menyusun kebutuhan anggaran rehabilitasi bangunan sekolah.
Hingga saat ini, proses verifikasi teknis terus berjalan sebagai tahapan awal agar rehabilitasi bangunan sekolah dapat segera direalisasikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.






