Kota Kefamenanu Jadi Tuan Rumah Perayaan Hari KSN

Kota Kefamenanu Jadi Tuan Rumah Perayaan Hari Ksn
Romo Steven

KEFAMENANU,- Perayaan hari Komunikasi Sosial Nasional (KSN) tahun ini akan dilaksanakan di kota Kefamenanu pada Mei 2023. Informasi yang diperoleh kegiatan ini sempat tertunda sekitar tiga tahun menyusul adanya wabah penyakit Covid 19.

Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia, Romo Anthonius Steven Lalu Pr, mengatakan tuan rumah Keuskupan Atambua telah melakukan berbagai persiapan pelatihan diantaranya pendampingan katekese digital bagi para calon katekis, penggunaan medsos bagi ibu-ibu, seminar literasi sosial bekerjasama dengan kementerian Kominfo, dan lomba untuk anak-anak sekami akan meramaikan PKSN Atambua.

“PKSN juga diselenggarakan secara online. Beberapa acara seperti misalnya seminar nasional akan diselenggarakan secara hybrid,”ungkap romo dalam rilis yang diterima belum lama ini.

Dikatakan selama beberapa bulan ini telah dilakukan juga berbagai lomba secara online demi memeriahkan PKSN sekaligus menggaungkan pesan Paus Fransiskus pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia: “Berbicara dengan Hati”.

“Beberapa pelatihan dan lomba antara lain; lomba konten kreatif digital, lomba cipta lagu tema pesan paus, lomba menulis cerita, lomba podcast pewartaan, lomba menulis opini di media massa, komsoslympic, dan lomba film pendek,” ungkapnya.

Jelang pelaksanaan hari komunikasi tersebut akan ada webinar membahas membahas pesan paus dengan sudut pandang yang berbeda pada tiga bulan terakhir yakni Maret, April dan Mei.

Baca Juga :  Karyawan QNET Rela Berjalan Kaki, Demi Membantu Sesama

Webinar ini, ujar Romo Anthonius dilengkapi dengan satu kali kegiatan refleksi bersama para ketua komsos tentang tema paus yang diselenggarakan secara hybrid dan berpusat di Kefamenanu.

Perayaan Hari Komunikasi Sosial Nasional mengambil tema “Bicara Dengan Hati”. Tema ini merupakan inti dari pesan Paus Fransiskus di Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-57 tahun.

“Setelah kita berlatih mendengarkan yang menuntut kita menunggu dan bersabar serta tidak memaksakan sudut
pandang kita dengan cara yang merugikan, akhirnya kita dapat masuk dalam dinamika dialog dan saling berbagi, tepatnya berkomunikasi dengan ramah,” ujar Paus dalam pesannya.

Pesan Paus untuk bicara dengan hati ini menanggapi situasi dunia yang begitu kompleks ditandai dengan kekerasan (perang), amarah, ketidakpedulian dan kepalsuan.

Menurut Paus, berkomunikasi dengan ramah (bicara dengan hati) berarti kita diminta untuk terlibat dalam ketakutan, harapan dan penderitaan manusia zaman ini dengan menemani dan memberi kasih melalui tutur kata.

“Kita sebagai umat Kristiani didesak terus-menerus untuk menjaga lidah dari yang jahat,” ungkap Paus.

Dalam pesannya ini pula Paus menampilkan sosok penulis atau pujangga Gereja yang pada tahun ini kita rayakan 400 tahun wafatnya, yakni Santo Fransiskus de Sales.

Santo Fransiskus de Sales merupakan seorang Uskup Jenewa yang meninggal pada 28 Desember 1622 adalah pelindung para komunikator termasuk para wartawan/Jurnalis. Dia juga pelindung para penyandang disabilitas.

Baca Juga :  Mengusung Tema Ini Wisudaku Mana Wisudamu IBU Gelar Wisuda di Hotel

Bagi Paus, Fransiskus dela Sales merupakan teladan yang tepat dalam berkomunikasi dengan hati. Berbagai tulisan yang pernah dibuat Fransiskus dela Sales menginspirasi banyak pihak termasuk salah satunya Santo Henry Newman.

Paus Fransiskus kagum dengan ungkapan Fransiskus dela Sales dan menjadikannya sebagai moto hidup yakni, “Cor Ad Cor Loquitor ” dalam bahasa Indonesia berarti Hati Berbicara Kepada Hati.

Maksudnya, agar  dapat bicara dengan baik, cukup dengan mencintai secara baik. Iya meyakini bahwa komunikasi tidak boleh direduksi sehingga apa yang disampaikan sebuah kepalsuan yang saat ini disebut sebagai strategi marketing.

Komunikasi, kata Paus, merupakan cerminan jiwa, permukaan dari inti cinta yang tidak terlihat oleh mata dan menyatakan dengan jelas bahwa setiap orang adalah apa yang dirinya komunikasikan. Jangan sampai apa yang diungkapkan bukanlah sejatinya dari diri sendiri.

“Komunikasi sering dieksploitasi sehingga dunia melihat kita seperti yang kita inginkan, bukan siapa kita sebenarnya,”tegas Paus Fransiskus mengutip kata-kata Fransiskus dela Sales.

 

 

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts