
KEFAMENANU- Menteri Sosial Tri Rismaharini kembali mengunjungi kawasan perbatasan di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mantan Wali Kota Surabaya ini mengawali kunjungan kerjanya di daerah ini pada Januari 2022.
Dalam kunjungan ini, Risma menjanjikan sejumlah bantuan sosial untuk warga setempat. Salah satunya melakukan normalisasi Sungai Noemeto. Mantan Wali Kota Surabaya ini akan memberikan alat berat untuk mengeruk alur sungai yang berlokasi di samping Soverdi (penginapan khusus untuk para romo)
Mensos Risma mengatakan normalisasi sungai merupakan salah satu program Kemensos dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kawasan terluar, tertinggal dan terdepan (3T).
Selain pengerukan alur sungai, Risma juga membantu 20 unit rumah untuk masyarakat setempat yang hancur akibat gempa tahun lalu. Jumlah ini dinaikan setelah awalnya hanya tujuh unit rumah yang diusulkan pemerintah daerah setempat.
“Rumah ini saya desain sendiri yang kompak bentuknya karena harus tahan gempa. Nanti akan dilengkapi dengan listrik tenaga surya,” ujar Risma, di Kefamenanu, Kamis (3/3)
Pemakaian listrik tenaga Surya atau Solar Cell lanjut Risma, untuk menekan pengeluaran warga. Ia beralasan bila menggunakan listrik PLN, warga akan dibebani biaya bulanan.
“Solar Cell ini idenya baru muncul. Saya pikir sebaiknya pake Solar Cell saja supaya tidak menambah pengeluaran warga,”ungkap Risma seraya menambahkan Sarana lain yang sedang disiapkan adalah pembangunan sarana air bersih.
Sebelumnya, pada Januari lalu ketika pertama kunker ke daerah ini, Risma merencanakan pembangunan Community Center. Kali ini eks Wali Kota Surabaya yang dijuluki perempuan pekerja keras ini menekankan kembali program Community Center.
“Di dekat perbatasan ini, akan kami bangun Community Center. Di dalamnya akan diberikan berbagai fasilitas modern agar anak-anak dan warga sekitar bisa meningkatkan kualitas belajar,” katanya.
“Fasilitas _community center_ kami berikan yang terbaik agar anak-anak di NTT bisa mengakses berbagai informasi untuk pengembangan pendidikan dan pengetahuan. Ibu-ibu juga bisa memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mengasah kemandirian ekonomi,”tambahnya sambil menunjukkan desain bangunan Community Center .
Kelengkapan fasilitas di Community Center, sebut Risma menjadi perhatian Kemensos tidak hanya untuk kebutuhan jangka pendek. Dalam jangka panjang, Community Center disiapkan untuk meningkatkan kualitas SDM putra putri NTT.
Di kawasan dekat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) atau pintu perbatasan Indonesia-Timor Leste, yakni PLBN Wini di Kabupaten TTU, Kemensos akan melaksanakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Untuk penyiapan Community Center, saya sudah mengirimkan surat ke Badan Pengelola Nasional Perbatasan, untuk minta ijin menggunakan lahan ini,” jelas Risma
Menurut Risma, Kemensos juga akan menyiapkan pembinaan kewirausahaan, bantuan peternakan dan pertanian.
“Kami juga akan mengembangkan pemberdayaan berupa bantuan peternakan seperti peternakan ayam, sapi, kambing, dan tanam sayuran. Sedang dijajagi pengembangan bunga matahari untuk membuat minyak,”bebernya.
Ia berharap, dengan semua bantuan ini diharapkan dapat mempercepat kemandirian ekonomi dan masyarakat lepas dari kemiskinan.
“Program Kemensos tersebut atas kerja sama dengan berbagai pihak. Di antaranya adalah dari SCTV, Kompas, kitabisa.com, dan PT. Sido Muncul,”sebut Risma.
Untuk pertanian dan peternakan, Risma mengatakan, Kemensos menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB), dan untuk sarana fisik bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Selain itu, untuk kelengkapan Community Center juga merupakan kerja sama dengan PT Telkom dan untuk perpustakaan di dalamnya, bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI.






