
KEFAMENANU,- Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur menggelar Kursus Orientasi Singkat (KOS) bagi Kepala sekolah tingkat SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi Se-Kabupaten TTU pada Rabu (18/1/2023).
Kursus tersebut diikuti 91 kepala sekolah dengan 6 pemateri dari Kwartir Cabang, pemerintah daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat serta para pembina Kwarcab Timor Tengah Utara.
Hadir pada kesempatan itu, Wakil Bupati TTU, Drs. Eusabius Binsasi, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka TTU Dra. Elvira Bertha Maria Ogom, Kepala Dinas Kominfotik TTU, Drs. Kristoforus Ukat, MM dan 91 Kepala sekolah peserta Kursus serta pengurus Kwarcab Timor Tengah Utara.
Membuka Kursus tersebut, Wabup Eusabius mengatakan, gerakan Pramuka adalah gerakan yang membimbing dan mendidik generasi muda untuk berjiwa Pancasilais.
Karena itu Wabup mengharapkan para kepala sekolah dapat mengikuti kursus tersebut dengan baik sehingga mampu memahami filosofi Pramuka agar dapat menularkan nilai-nilai pramuka kepada siswa-siswi sesuai dengan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai dalam gerakan Pramuka.
“Tentu kegiatan ini bermuara pada pengembangan karakter. Karena itu pendidikan karakter harus menjadi perhatian kita bersama sehingga sebagai generasi penerus, siswa-siswi tidak terjebak dalam hal-hal negatif,”ungkapnya.
Mantan Dirjen Bimas Katolik Kementriaan Agama RI ini berharap, usai kursus ini para peserta akan mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam tentang kepramukaan, sehingga mampu menjadi seorang pembina pramuka yang patut diteladani baik oleh para pendidik maupun peserta didik.
Ketua Kwarcab TTU, Dra. Elvira B. Ogom mengatakan, KOS bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada bapak/ibu kepala sekolah sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus (Kamabigus) tentang tugas dan tanggungjawabnya dalam membina gugus depan pada sekolah masing-masing.
“Dalam Permendikbud Nomor 63 tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler wajib pada Pendidikan dasar dan pendidikan menengah tetapi karena kurang kepedulian bapak/ibu kepala sekolah di TTU sehingga kegiatan Pramuka kurang nampak,”ujar Elvira.
Istri dari Bupati TTU, Drs. Juandi David ini berharap semoga dengan KOS ini, para kepala sekolah selaku Kamabigus dapat mendidik siswa-siswi yang adalah kaum muda untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam meraih masa depannya.
“Artinya dalam melaksanakan tugas atau kegiatan apapun, mereka (siswa-siswi-red) bisa mandiri, bertanggungjawab dan melestarikan nilai-nilai dari Pancasila itu sendiri,”tukas Korwas TTU ini.






