Mengenal Penyakit Ramsay Hunt Syndrome

Mengenal Penyakit Ramsay Hunt Syndrome
Is
Mengenal Penyakit Ramsay Hunt Syndrome
Ist

Oleh : dr Claraiva Mayung

Ramsay Hunt atau dengan nama lain disebut herpes zoster oticus adalah gangguan saraf yang ditandai dengan gejala berupa lumpuhnya saraf wajah, serta munculnya ruang di area telinga dan mulut.

Penyakit ini disebabkan oleh virus varicella-zoster, yaitu yang juga menyebabkan cacar air. Setelah penderita cacar air sembuh, virus tersebut tidak betul-betul menghilang, tetapi hanya tidak aktif dan menetap di dalam tubuh.

Virus varicella-zoster yang aktif kembali akan menyebabkan penyakit herpes zoster atau cacar api. Jika virus tersebut menginfeksi saraf wajah di dekat telinga, penderita akan terkena syndrom Ramsay Hunt.

Penderita Ramsay Hunt Syndrome dapat mengalami dua gejala utama, yaitu :
A. Ruam kemerahan disertai luka lebih yang nyeri di dalam telinga, daun telinga, hingga langit-langit mulut.
B. Kelumpuhan wajah pada sisi yang kena yang menyebabkan penderita sulit menutup mata satu, makan dan membuat gerakan pada wajah.

Baca Juga :  Puluhan Warga Terpapar Covid 19 Usai Mengikuti Hajatan, Satu Desa di Malang Lokdown

Beberapa gejala Syndrome ramsay hunt lainnya yang biasa juga muncul diantaranya sakit telinga yang parah, gangguan pendengaran, telinga berdenging (tinnitus), mulut dan mata kering, hidung berair, mual dan muntah, peningkatan kepekaan, pada suara (hiperakusis), vertigo, gangguan indera pengecapan (disgeusia).

Umumnya dokter akan memberikan  obat-obatan seperti antivirus, kortikosteroid, untuk mengurangi cedera dan persarafannya dan antinyeri juga untuk mengurangi gejala.

Untuk mencegah penyebaran virus varicella-zoster bagi penderita Ramsay Hunt Syndrome dapat melakukan hal-hal sebagai berikut :

– Tutup ruam yang timbul pada kulit
– Jangan menyentuh atau menggaruk ruam
– Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin
– Hindari kontak dengan orang yang belum pernah menderita cacar air dan belum pernah menerima vaksinasi cacar air
– Hindari kontak dengan ibu hamil, bayi, pasien dalam terapi imunosupresan, pasien kemoterapi, serta pasien HIV/AIDS

Baca Juga :  Kapolri: Akhir Agustus Warga Jawa Timur Terima Hadiah Herd Immunity

Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu menjaga daya tahan tubuh agar tetap kuat, dan tentunya lakukan medical chek up rutin setiap enam bulan sekali. Anak bisa secara rutin divaksinasi cacar air, yang sangat mengurangi peluang terinveksi dengan virus cacar air. Vaksinasi cacar air bagi kaum usia 50 atau lebih juga disarankan.

Penulis : Alumni Fakultas Kedokteran Trisakti tamat tahun 2018, saat ini bertugas di Puskesmas Oemeu, Kabupaten TTU, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts