
MALANG, – Debat publik yang diikuti tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati, diwarnai aksi saling “menghujat”. Debat diselenggarakan KPUD Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (1/12) malam merupakan babak akhir sebelum masa tenang.
Tiga pasangan calon tersebut masing – masing Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (Ladub), Heri Cahyono-Gunadi Handoko, serta Sanusi-Didik Gatot Soebroto (SanDi).
Selain umbar program, ketiga paslon tersebut terkadang menyinggung hal privasi. Salah satu paslon Heri Cahyono alias Sam HC, mengatakan calon Bupati Sanusi dan Calon wakil Bupati Didik Budi Muljono saling menyandera. Sanusi merupakan petahana sementara Didik Budi Muljono merupakan mantan Sekretaris Daerah. Dalam Pilkada Malang, Didik berpasangan dengan Lathifah Shohib diusung PKB.
Calon independen ini menilai jika salah satu dari Sanusi atau Didik yang terpilih maka keduanya akan saling berseteru.
Meski tidak menjelaskan secara detil maksudnya, namun ucapan tersebut menyulut emosi Sanusi. Calon petahana yang diusung PDI P dan koalisi partai politik lain ini melancarkan aksi protes. Ia menilai pernyataan itu tidak etis. Menurut Sanusi tidak layak menyebut nama paslon dalam debat publik.
“Tidak etis, menyebutkan nama dalam debat publik ini,” kata Sanusi dengan ekspresi menahan emosi.
Ketua KPUD, Anis Suhartini, ketika hendak dikonfirmasi, enggan menemui wartawan. Salah seorang staf mengabarkan Anis Suhartini sementara berada di kamar mandi.
“Ibu (Anis Suhartini) ada, tapi masih di kamar mandi. Sudah saya sampaikan. Disuruh tunggu,” kata dia.
Lama tidak muncul, wartawan dari berbagai media ini memilih meninggalkan kantor tersebut dengan kecewa.





