
SIDOARJO,- Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur Kelana – Dwi Astutik berjanji bisa mengatasi kemacetan lalulintas di sekitar Aloha dan Gedangan. Janji tersebut disampaikan dalam debat publik sesi terakhir, Selasa (1/12) malam.
Di area Aloha, Gedangan, dan perempatan seruni, selalu menjadi momok warga kota petis lantaran tiada hari tanpa macet.
Kelana – Dwi Astutik mengaku memiliki solusi kemacetan di Sidoarjo. Menurut Cabup Kelana Aprilianto, kepadatan tersebut disebabkan sempitnya akses jalan yang tidak mampu menampung tingginya volume kendaraan.
“Padahal menjadi kota penghubung antara Surabaya – Malang. Apalagi setelah Surabaya memiliki frontage road di A. Yani, volume kendaraan semakin banyak yang tertampung. Begitu masuk Sidoarjo, jalannya menyempit, alhasil terjadilah kemacetan,” ujarnya.
Salah sstu cara yang dimiliki paslon nomor urut 3 ini yakni pelebaran jalan. Menurutnya bisa dilakukan dengan mengepras sisi kanan dan kiri bahu jalan. Dirinya juga mengusulkan pembangunan fly over (jembatan layang).
“Jika kami terpilih maka itu akan menjadi PR (pekerjaan rumah) kami. Untuk pembebasan lahan bisa dianggarkan lewat APBD sedangkan untuk fly over kita harus komunikasikan dengan pusat karena proyek tersebut dibiayai APBN,” terang Kelana.
Ditekankan pasangan Kelana, Cawabup Dwi Astutik menegaskan jika proyek besar ini harus dilakukan dengan koordinasi yang terus menerus dilakukan agar bisa terealisasi. Selain itu menurutnya proyek ini juga harus menjadi skala prioritas pembangunan di Sidoarjo.
“Pembangunan fly over ini dibiayai dari APBN, maka dari itu kita harus terus koordinasi baik dengan pusat, eksekutif, legislatif harus kerjasama. Tak kalah penting pembangunan ini juga harus ada transparansi program agar pelaksanaan berjalan maksimal khususnya dalam hal penyerapan anggaran,” tegasnya.
Paslon nomer 3 ini paham betul jika masyarakat sudah lelah dengan kemacetan dan mengharapkan gebrakan cerdas di Sidoarjo. Menurut Cawabup yang kerap disapa Bunda Dwi ini, jika pihaknya juga akan mengoptimalkan transportasi pulik milik pemerintah.
“Umumnya beberapa cara yang digunakan untuk mengatasi kemacetan antara lain melakukan pembatasan volume kendaraan, salahsatunya dengan menerapkan sistem transportasi cerdas dan terintegrasi, maka ini akan kami ikhtiarkan dan optimalkan,” pungkasnya.
Meski keputusan pembangunan fly over menjadi kewenangan pemerintah pusat, Pasangan Sidoarjo Makmur ini jika terpilih berjanji akan mengupayakan percepatan pembangunan nasional tersebut.





