BONE– Hamparan padi menguning di lahan rawa Desa Solo, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, menjadi saksi dimulainya panen perdana padi tahun 2026. Di lokasi inilah, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM memimpin langsung kegiatan Panen Raya Padi pada lahan rawa yang menjadi sasaran Program Optimalisasi Lahan Rawa (Oplah Rawa) dengan tema “Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan”.
Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri Pj. Sekda Bone Hj. Andi Tenriawaru, SP., M.Si, Anggota DPRD Bone H. Usman, Camat Dua Boccoe H. Amirat, S.Sos., M.Si, Plt. Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone Nurdin, SP., M.Si, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone Ir. Muh. Risal, M.Si.
Bupati Bone menyampaikan bahwa panen hari ini memiliki makna strategis karena merupakan panen perdana padi tahun 2026 di wilayah lahan rawa hasil pengerukan Program Oplah Rawa oleh Kementerian Pertanian RI.
“Hari ini kita melaksanakan panen perdana padi tahun 2026 di lokasi lahan rawa yang telah dioptimalkan. Program pengerukan rawa ini mulai dilaksanakan sejak tahun 2024 oleh Kementerian Pertanian,” ujar Bupati Andi Asman.
Ia menjelaskan, khusus di wilayah Desa Solo, Kecamatan Dua Boccoe, terdapat sekitar 150 hektar lahan rawa yang telah dioptimalkan. Sementara secara keseluruhan, luas program optimalisasi lahan rawa di Kabupaten Bone mencapai sekitar 5.000 hektar yang tersebar di empat kecamatan, yakni Dua Boccoe, Ajangale, Cenrana, dan Tellu Siattinge.
Bupati Bone menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari intervensi langsung Kementerian Pertanian RI melalui berbagai bantuan dan pendampingan. Mulai dari bantuan benih padi, pompa air, pembentukan brigade pangan, pendampingan penyuluh, hingga dukungan sarana dan prasarana pertanian seperti combine harvester, jonder, transplanter, pompa berbagai ukuran, serta pembangunan talud dan jaringan irigasi.
“Yang terpenting hari ini kita panen. Ini menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah Dua Boccoe tetap berkomitmen dan mampu meningkatkan hasil pertanian melalui pemanfaatan lahan rawa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Andi Asman memaparkan capaian sektor pertanian Kabupaten Bone yang terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, Kabupaten Bone berhasil menempati peringkat keempat nasional dalam hasil produksi panen padi.
“Tahun 2026 ini, kita targetkan Bone bisa masuk tiga besar nasional, dengan perluasan wilayah IP300 seluas 42 ribu hektar dan target produksi mencapai 2,8 juta ton,” ungkapnya optimistis.
Panen raya di Desa Solo ini menjadi simbol nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani dalam mewujudkan ketahanan pangan. Dari lahan rawa yang dulu tak tergarap optimal, kini tumbuh harapan besar menjadikan Bone sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang berkelanjutan. (*)






