MALANG, Rombongan pejabat dari Jawa Timur yang dipimpin Kasubag Administrasi Pelaksanaan Pembangunan wilayah 1 Pemprov Jatim, Haryo Bimo Bramantyo, meninjau lokasi pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lesti, di Desa Rejoyoso, Bantur, dan Kaligoro, di Desa Druju, Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Senin ((24/5)
Kasubag) Administrasi Pelaksanaan Pembangunan wilayah 1 Pemprov Jatim, Haryo Bimo Bramantyo mengatakan, pelaksanaan pembangunan proyek SPAM di Kabupaten Malang, untuk percepatan pembangunan ekonomi sesuai Peraturan Presiden (Perpres) nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi.
“Malang Raya ini masuk dalam kawasan percepatan pembangunan ekonom, sedangkan dua Proyek SPAM itu merupakan penunjangnya,” ucap pria yang akrab disapa Bimo.
Untuk itu kata Bimo, Provinsi Jawa Timur melalui Biro Administrasi Pembangunan melakukan kunjungan dalam rangka memfasilltasi pelaksanaan inventarisasi dokumen yang dibutuhkan. Data dimkadu adalah agar dapat melakukan kajian untuk bahan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meski Kabupaten Malang telah berkoordinasi.
“ini bentuk suport kami agar bagaimana percepatan realisasinya. Jadi nanti ya akan kami sampaikan pertimbangan-pertimbangan kepada Ibu Gubernur,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kasubag Administrasi Pelaksanaan Pembangunan wilayah II.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Syamsul Hadi mengatakan, kebutuhan investasi untuk pembangunan SPAM Kaligoro mencapai Rp103 miliar yang berasal dari dana penyertaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.
“Pemkab Malang siap mengucurkan dana penyertaan modal sebesar Rp 20 miliar, yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur SPAM itu (Kaligiro), seperti intike, dan lainnya, saat ini sedang dikerjakan,” ulasnya.
Selain itu, lanjut Syamsul, dana penyertaan tersebut juga untuk pembangunan tandon air dan pemasangan pipa untuk menjangkau pelanggan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Gedangan.
“Di mata air Kaligoro itu debitnya mencapai 400 liter/detik, tapi kami akan memanfaatkan sebanyak 150 liter/detik. Saat ini sudah ada 16.000 warga di dua kecamatan tersebut yang mendaftarkan sebagai pelanggan kami. Sumber Kaligoro bisa mencukupi untuk memasok kebutuhan 20.000 sambungan rumah (SR),” tukasnya.





