Kabupaten Malang, ZonaNusantara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus berpacu memperbaiki infrastruktur jalan di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menyiasati kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang memaksimalkan peluang pendanaan dari pemerintah pusat melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD).
Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan pihaknya berupaya memperkuat konektivitas wilayah selatan dengan mengusulkan dukungan anggaran pusat untuk penanganan sejumlah ruas jalan strategis. Total kebutuhan anggaran yang diajukan mencapai sekitar Rp125 miliar.
“Kami telah mengajukan tiga usulan peningkatan jalan, yaitu untuk ruas Kepanjen-Pagak, Kalipare-Donomulyo, serta akses menuju Pujiharjo hingga terhubung dengan Jalan Nasional,” ujar Khairul saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).
Dari tiga usulan tersebut, DPUBM berharap ruas Kepanjen-Pagak memperoleh alokasi sekitar Rp25 miliar melalui IJD guna melanjutkan penanganan dari STA 3+100 hingga STA 11.
Ruas ini dinilai sangat strategis sebagai jalur penghubung utama menuju kawasan selatan Kabupaten Malang.
Jika alokasi anggaran dari pusat belum mencakup seluruh target hingga STA 11, Khairul menegaskan bahwa Pemkab Malang akan menerapkan strategi kolaborasi pembiayaan dengan APBD secara bertahap.
“Jadi ada kolaborasi antara APBN dan APBD. Kalau tahun ini belum sampai STA 11, tahun depan kita ajukan lagi kelanjutannya atau dikolaborasikan dengan APBD,” jelas pria yang akrab disapa Oong.
Selain ruas Kepanjen-Pagak, DPUBM sebelumnya telah mengusulkan anggaran sekitar Rp60 miliar untuk ruas Kalipare-Donomulyo.
Sementara itu, untuk akses menuju Pujiharjo, usulan anggaran yang diajukan berada di kisaran Rp10 miliar guna mendukung konektivitas dengan Jalur Lintas Selatan (JLS).
Oong menjelaskan, penuntasan infrastruktur ini difokuskan pada empat poros utama menuju JLS, yakni Kepanjen-Pagak, Kalipare-Donomulyo, poros menuju Pujiharjo, serta ruas provinsi Druju-Sendangbiru.
Khusus untuk ruas Druju-Sendangbiru sepanjang kurang lebih 8 kilometer, Pemkab Malang kembali berpeluang mendapatkan bantuan penanganan dari kementerian untuk memperbaiki sejumlah titik kerusakan, termasuk akibat longsor.
Dengan rangkaian proyek tersebut—yang juga didukung oleh penanganan ruas Gondanglegi-Balekambang—Pemkab Malang optimistis konektivitas wilayah barat dan selatan dapat segera tersambung secara optimal.
“Kalau ini terselesaikan, bagian barat bisa tuntas. Tinggal Gondanglegi-Balekambang yang sudah terjaga,” pungkasnya.






