Pemkab TTU Bangun Sinergi Lintas Sektor untuk Tangani Kesehatan Jiwa

Pemkab Ttu Bangun Sinergi Lintas Sektor Untuk Tangani Kesehatan Jiwa

KEFAMENANU,- Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), melalui Dinas Kesehatan, tampil inovatif dalam mengubah tantangan kesehatan jiwa menjadi peluang pengembangan layanan komprehensif.

Rapat koordinasi yang digelar hari ini tak hanya melibatkan beragam instansi, tetapi juga menekankan pentingnya data, aset publik, dan teknologi dalam mendukung pemulihan Kesehatan mental warga.

Sebagai bagian dari strategi baru, TTU diketahui membangun Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web untuk memetakan pasien ODGJ di 13 desa, mempermudah akses informasi, dan mendukung pengambilan keputusan yang tepat.

Upaya ini menggambarkan komitmen TTU dalam memadukan teknologi untuk membangun layanan yang responsif dan berbasis bukti.

Sejak 2018 hingga Mei 2025, laporan mencatat 627 kasus kesehatan jiwa, dengan 147 gangguan ringan dan 349 kasus berat menyentuh 6 kasus pemasungan dan 8 kasus kematian. Sebanyak 39 pasien menjalani perawatan rutin di RSJ Naimata Kupang, sementara 84 pasien berhenti berobat. Data ini menjadi pijakan penting dalam merancang sistem intervensi yang lebih inklusif.

Baca Juga :  Pemkab TTU Salurkan Dana Hibah Pilkada KPU Sebesar 40 Persen

Pemkab TTU tengah merencanakan alih status rumah sakit modern yang sempat terbengkalai sering disebut seperti “rumah hantu”  menjadi Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

Langkah ini diambil karena tingginya prevalensi ODGJ di NTT, mencapai 3,6%, menjadikan provinsi ini salah satu yurisdiksi dengan kasus tertinggi di Indonesia. Pemanfaatan aset ini juga mencerminkan efisiensi anggaran dan tata kelola aset yang lebih bijak.

Pemkab Ttu Bangun Sinergi Lintas Sektor Untuk Tangani Kesehatan Jiwa

Rakor ini dihadiri perwakilan dari Dinas Kesehatan, Sosial, Pendidikan, Dukcapil, Rumah Sakit, Polres, Puskesmas, organisasi profesi, tokoh agama dan adat, hingga BPJS dan Satpol PP.

Sinergi ini diharapkan membentuk TPKJM (Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat) yang menangani gangguan jiwa secara promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif—ditujukan agar penanganan lebih menyentuh nilai budaya lokal dan sosial masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Robertus Tjeunfin menyoroti peran keluarga dalam pemulihan pasien ODGJ.

Baca Juga :  Pemkab TTU Gelar Sosialisasi Penyebab, Dampak dan Pencegahan Kanker Serviks dan Kanker Payudara

Ia menekankan bahwa pengobatan efektif hingga 80–90 persen namun suasana keluarga termasuk aspek psikososial dan spiritual menjadi kunci mencegah kambuh.

“Dukungan keluarga menciptakan situasi tenang, aman, dan melibatkan pasien dalam aktivitas sosial menjadi fondasi pemulihan berkelanjutan. Peran Keluarga mendorong lingkungan kondusif bagi pemulihan pasien ODGJ,” ujarnya, Kamis (19/6/2025).

Dengan menggabungkan kekuatan data, efektivitas koordinasi lintas sektoral, pemanfaatan aset, dan peran keluarga, Pemkab TTU membentuk pendekatan terpadu untuk kesehatan jiwa.

Langkah ini menunjukkan bahwa penanganan gangguan mental bukan hanya soal obat, tapi juga soal lingkungan sosial, teknologi, dan tata kelola aset publik yang baik.

Semoga TTU menjadi pionir daerah NTT dalam layanan kesehatan mental yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis komunitas.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts