Kota Malang- Pemanasan global yang melanda dunia menjadi inspirasi bagi pemerintah kota Malang, Jawa Timur. Melalui Dinas Lingkungan Hidup, satu kelurahan satu Program Kampung Iklim (Proklim).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Noer Rahman Wijaya, mengatakan untuk merealisasikan program ini replikanya dipercepat agar seluruh kecamatan mencapai target jumlah lokasi Proklim.
“Saat ini, capaian kinerja kampung iklim tahun lalu hanya dua. Kini bertambah menjadi delapan,” katanya Senin (22/11).
Proklim dilakukan sejak 2016. Sejauh ini jumlahnya terus meningkat. Sesuai data Oktober 2023, Kampung Proklim kategori Pratama, Madya dan Utama di antaranya Kelurahan Purwantoro, Rampalclaket, Kidul Dalem, Gadingkasri, Merjosari, Dinoyo, Sukun, Pisang Candi, Karangbesuki, Arjowinangun dan Lesanpuro.
Data yang diperoleh, dalam rentang waktu 2016-2023, terdapat 20 kampung Proklim. 16 diantaranya 16 sertifikat Utama. Di Kecamatan Blimbing terdapat tiga kampung iklim. Kecamatan Lowokwaru memiliki empat kampung iklim. Kecamatan Klojen ada lima kampung iklim. Kecamatan Sukun terdapat lima kampung iklim. Adapun Kecamatan Kedungkandang ada dua kampung iklim.
Proklim merupakan pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan setiap hari. Target nasional, Proklim tercapai 20.000 lokasi pada tahun 2024. Di Kota Malang, kebijakan dan strategi pelaksanaan adaptasi dan mitigasi dalam Program Kampung Iklim terkait program nasional. Tujuannya untuk penguatan kapasitas terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan gas rumah kaca di tingkat lokal sesuai kondisi wilayah.
Sedangkan kebijakan Proklim Kota Malang, yaitu Surat Edaran Nomor 3 tahun 2021 tentang Program Kampung Iklim, penjaringan bibit-bibit kampung iklim melalui program kampung bersinar, kolaborasi dan sinergi dengan beberapa organisasi perangkat daerah, perguruan tinggi dan perusahaan.






