BONE–SDN 26 Watangpalakka Kecamatan Tanete Riattang Barat meraih penghargaan prestisius dalam bidang lingkungan, yaitu Adiwiyata Nasional, sebuah penghargaan yang dinantikan dengan penuh harapan. Pada Selasa, 17 Oktober 2023, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya, memberikan penghargaan ini secara langsung kepada Kepala UPT SDN 26 Watangpalakka Hj. A. Harnani, S.Pd.
Sebelum meraih penghargaan Adiwiyata Nasional ini, SDN 26 Watangpalakka telah mendapatkan pengakuan sebelumnya, yaitu Adiwiyata Provinsi Sulsel pada tahun 2016. Keberhasilan ini tidak datang dengan mudah. Sekolah ini telah mencalonkan diri sebanyak empat kali sebelum akhirnya meraih penghargaan prestisius ini pada tahun 2023.
Kepemimpinan yang kuat dan komitmen yang tinggi dalam melestarikan lingkungan adalah kunci kesuksesan sekolah ini. Hj. A. Harnani, SPd, yang telah memimpin sekolah ini sejak tahun 2010, adalah sosok yang penuh dedikasi. Ia memulai karirnya sebagai guru pada Juni 1983 di SD Inpres 4/82 Melle Kecamatan Palakka dan pada tahun 1988, ia dipercaya menjadi guru kelas di SD Negeri 26 Watangpalakka. Setelah 4 tahun menjadi guru, ia kemudian mendapat amanah sebagai kepala sekolah.
Selama kepemimpinan Hj. A. Harnani, SDN 26 Watangpalakka telah meraih sejumlah prestasi gemilang di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional. Belum lama ini, salah satu siswa sekolah ini berhasil mewakili Sulsel dalam Lomba Pidato Bahasa Ibu tingkat Nasional, dan pada tahun yang sama, sekolah ini meraih prestasi Adiwiyata tingkat Nasional.
“Penghargaan ini adalah hadiah terindah di akhir masa pensiun saya sebagai kepala sekolah. Saya akan memasuki purna bakti di bulan Desember 2024. Ini adalah bukti nyata bahwa keberlanjutan lingkungan dapat dicapai melalui pendidikan yang baik,” ungkap Hj. A. Harnani.
Selain prestasi di bidang Adiwiyata, SDN 26 Watangpalakka juga mengalami kemajuan signifikan dalam hal jumlah siswa. Saat ini, sekolah ini memiliki 380 siswa, dan diharapkan akan terus berkembang. Namun, tantangan yang dihadapi adalah lahan terbatas, sementara jumlah siswa terus meningkat. Harapan kedepannya adalah untuk dapat meningkatkan sarana dan prasarana sekolah agar dapat melayani lebih banyak siswa dengan kualitas pendidikan yang sama tingginya.
Prestasi SDN 26 Watangpalakka dalam melestarikan lingkungan ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia untuk mengikuti jejak mereka dalam menjaga kelestarian alam. Dengan komitmen dan kerja keras, prestasi Adiwiyata Nasional bukan lagi sekadar mimpi, melainkan sebuah kenyataan yang dapat diraih oleh siapa pun yang memperjuangkan kelestarian lingkungan. (*)






