Malang – Kejadian pohon tumbang di kota Malang Jawa Timur tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2023. Penyebabnya cuaca normal alias tidak ekstrim.
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (Kabid RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Laode KB Al Fitra mengatakan peristiwa pohon tumbang di Kota Malang mengalami penurunan. Menurutnya, faktor cuaca juga mempengaruhi adanya pohon tumbang.
Tahun ini data yang diperoleh hingga bulan Juli, adanya 19 laporan peristiwa pohon tumbang. Padahal tahun lalu, sekitar 100 pohon tumbang terjadi selama satu tahun.
“Tahun ini ada sekitar 19 kejadian, jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang mencapai 100 kejadian,” ucap Laode.
Laode mengaku intensitas hujan di Kota Malang tidak terlalu sering dibanding tahun lalu. Tahun lalu, hujan disertai angin kencang yang disebut sebagai pemicu pohon tumbang.
Laode menjelaskan bahwa pohon jenis Sengon Buto dan Sepatu Dea termasuk jenis pohon yang rawan tumbang. Oleh karena itu, DLH Kota Malang selalu melakukan pengecekan rutin. Bila ada yang tumbang akan dilakukan tindakan. dengan cara perempesan dan perapian pohon.
“Jadi tim kita itu melakukan penjadwalan rutin, juga melakukan survei setiap hari untuk perapian dan perempasan dahan yang rimbun. Untuk mengurangi risiko pohon tumbang,” lanjut Laode.
Di sisi lain, Laode mengharap sinergi dari masyarakat. Yakni dengan cara tidak merusak pohon seperti membakar di sekitar pohon. Karena jika terkena panas api, maka batang pohon akan rusak hingga rawan tumbang.






