
BONE–Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Watampone menggelar acara Tax Gathering dengan tema “Sinergi Bersama Membangun Negeri” di Hotel Novena, Kamis, 06 Juni 2024. Acara ini dihadiri oleh berbagai pengusaha dan pelaku usaha dari wilayah Watampone.
Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara KPP Pratama Watampone dengan wajib pajak sekaligus memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pajak bagi pembangunan negara. Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah diskusi yang diisi oleh H. Bahtiar, Owner 88 Celuler, yang berbagi pengalamannya sebagai pengusaha dalam pengelolaan keuangan perpajakan.
H. Bahtiar menyampaikan bahwa sebagai pengusaha, bimbingan dalam pengelolaan keuangan perpajakan sangat diperlukan. “Apalagi saya sadar, pajak yang dikeluarkan dimanfaatkan untuk pembangunan negara,” ungkapnya.
Dia juga mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh KPP Pratama Watampone. “Pelayanan di Kantor Pajak Watampone luar biasa. Respons dari KPP Watampone sangat cepat, meskipun saya jarang ke kantor pajak, tetapi komunikasi sering,” tambahnya.
Dalam diskusi tersebut, H. Bahtiar membandingkan pelayanan KPP Pratama Watampone saat ini dengan pelayanan di masa lalu. “Jauh berbeda dengan yang dulu. Sekarang jauh lebih baik, dan kita sebagai pengusaha diberikan banyak pengetahuan dalam mengatur keuangan,” katanya dengan penuh semangat.
Acara ini tidak hanya sekadar diskusi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antara petugas pajak dan wajib pajak. Diharapkan, dengan adanya Tax Gathering ini, sinergi antara KPP Pratama Watampone dan wajib pajak dapat semakin kuat sehingga bersama-sama dapat membangun negeri yang lebih baik.
KPP Pratama Watampone terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wajib pajak dan mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pengelolaan pajak yang efektif dan efisien. Semangat “Sinergi Bersama Membangun Negeri” diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk berkontribusi dalam pembangunan negara melalui kepatuhan pajak yang baik.
Kepala KPP Pratama Watampone, Matheus Adhiatera, menyatakan komitmen instansinya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Meskipun demikian, Matheus menyadari bahwa penilaian terhadap kinerja Kantor Pajak Watampone sebagian besar ditentukan oleh seberapa besar kontribusi penerimaan pajak yang berhasil dicapai.
Dalam laporannya, Matheus menyampaikan bahwa dari target penerimaan sebesar Rp495 miliar, hingga saat ini baru terkumpul 33 persen. Artinya, masih ada 67 persen target yang harus dicapai dalam waktu yang tersisa.
“Penerimaan negara sangat bergantung pada pajak,” ujar Matheus dalam sambutannya. “Khusus untuk tiga daerah di bawah wilayah kerja kami, yaitu Kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, target penerimaan pajak KPP Pratama Watampone adalah sebesar Rp495 miliar,” tambahnya.
Matheus juga mengingatkan seluruh satuan kerja (satker) untuk lebih tertib dalam membayar pajak. Dengan tertibnya pembayaran pajak dari setiap satker, diharapkan kesenjangan antara dana yang ditransfer dari pusat dan target penerimaan dapat diminimalkan.
“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memastikan bahwa target penerimaan pajak dapat tercapai,” tutup Matheus dengan optimisme.
Dengan berbagai upaya dan kerjasama yang baik antara KPP Pratama Watampone dan masyarakat, diharapkan target penerimaan pajak dapat tercapai demi pembangunan dan kemakmuran bersama. (*)






