
Malang,zonanusantara.com– Tak ada yang menyangka, bakal calon wakil bupati (Bacawabup) Didik Budi Muljono pernah ditolak dua parpol. Penolakan yang diterima dari PDI P dan Nasdem menjadi cambuk bagi mantan Sekda Kabupaten Malang ini.
Didik demikian ia disapa, kala itu melamar di PDI P dan NasDem sebagai bakal calon bupati (Bacabup). Namun dua parpol yang dilamar memilih mendukung Sanusi dan Didik Gatot Subroto.
Menurut Didik, dengan berlabuhnya dirinya di PKB, suatu amanah.
“Ini semacam amanah ya bahwa saya harus berlabu di PKB,” ujarnya Minggu (16/8).
Berlabu di PKB sebagai wakil, Didik mengaku belum waktunya untuk meraih obsesi sebagai calon bupati. Bahkan, Didik menceritakan perjalanannya sebelum mendapatkan rekomendasi dari PKB. Ia juga mengaku tidak tahu mengapa dirinya yang akhirnya dipilih.
“Saya menyurati ke DPC, akhinya tidak tahu kok saya dipilih jadi wakil,” terangnya.
Menurut Pria yang pernah menjabat sebagai kepala Kepala Badan Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang ini saat ini telah siap mengikuti Pilkada Kabupaten Malang, yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang.
“Harus siap dan semangat. Karena sesuai dengan tagline-nya Malang Bangkit. Dalam hal apapun. Semua untuk kemenangan masyarakat,” tukasnya.





