
MALANG KOTA,- Gencarnya pemberitaan media terkait gowes Walikota Malang Sutiaji yang diduga kuat melanggar PPKM berimbas pada tugas wartawan di Balai Kota Malang. Untuk mendapatkan informasi situasinya tampak kaku.
Diketahui dugaan pelanggaran aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) rombongan gowes Wali Kota Malang Sutiaji yang menerobos ke Pantai Kondang Merak, Kecamatan Bantur, yang terjadi pada Ahad (19/9) silam, kini ditangani Polda Jawa Timur.
Sejak itu wartawan yang bertugas di Balai Kota Malang sempat mengalami kesulitan dalam menggali informasi ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk pemberitaan.
Padahal, para jurnalis atau wartawan yang bertugas di Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan menulis berita yang diluar dari permasalahan Gowes Wali Kota Malang tersebut.
“Saya sempat kesulitan untuk konfirmasi ke DPUPRPKP (Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman) Kota Malang, padahal saya mau konfirmasi tentang perbaikan jembatan Ngujil, Bunul,” kata salah satu wartawan online, yang berinisial SI.
Menurut SI, saat mengkonfirmasi tentang perbaikan jembatan tersebut, dirinya harus lebih ekstra untuk bisa mendapatkan keterangan dari DPUPRPKP Kota Malang.
“Awalnya saya gak di gubris, setelah saya menjelaskan dan menyakinkan jika tidak ada sangkut-pautnya dengan gowes itu baru beliau merespon,” jelasnya.
Hal yang sama juga di alami wartawan berinisial A, dari media cetak ternama di Kota Malang.
“Kala itu memang banyak Kepala OPD yang memilih untuk menghindar ketemu wartawan, tapi sekarang sudah tidak begitu,” tegasnya.






