
Kefamenanu,-Direktur PDAM Tirta Cendana Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) Boy Salasa mengatakan penyebab kualitas air keruh di Kefamenanu diakibatkan oleh tingginya intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Selain itu kata Boy, belakangan curah hujan di wilayah itu cukup tinggi menyebab longsor di hulu sumber air milik PDAM di Kabupaten TTS dan berimbas ke sumber air milik PDAM TTU.
“Hal itu yang mengakibatkan terjadinya air keruh, ” kata Boy belum lama ini.
Dikatakan, persoalan kualitas air PDAM yang keruh bercampur lumpur tidak hanya terjadi di kabupaten Timor Tengah Utara, namun juga terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Sebab kedua Kabupaten ini memanfaatkan satu aliran sumber air yang berada di wilayah perbatasan antar kedua Kabupaten tersebut secara bersama-sama.
Menurutnya, sumber air milik PDAM TTU yakni Oelsensene dan Oelnianin kualitas airnya bersih, namun permasalahannya terjadi longsor di wilayah TTS yang mengakibatkan pasokan air sudah terkontaminasi dengan lumpur.
PDAM TTU, imbuh Salasa, telah melakukan langkah-langkah pencegahan untuk mengatasi kualitas yang keruh tersebut.
“Kita sudah buat penyaringan di Oelneke yaitu Saringan Pasir Lambat (SPL) sehingga air keruh di tampung dulu di SPL, baru di alirkan pelanggan,”imbuhnya.
Mengantisipasi hal tersebut, pihaknya merubah jadwal pelayanan air PDAM yang semulanya dua kali seminggu menjadi satu kali seminggu.
“Kita rubah jadwalnya dari dua kali seminggu yang jam pelayanannya 4-5 jam, kita rubah jadi satu kali seminggu sampai pelanggan semua dapat air”, tambah Salasa.
Salasa berharap dengan adanya penyaringan SPL di Oelneke, permasalahan kualitas air PDAM yang keruh bercampur lumpur bisa teratasi.






