
JAKARTA, Kehadiran Menteri Sosial Risma Maharini di Nusa Tenggara Timur selain memberikan bantuan kepada korban bencana badai di wilayah itu, Mensos yang menggantikan Jualiari Batubara ini bikin terharu. Sebagian warga tampak meneteskan air mata menyambut kedatangan Risma.
Petronela mengatakan, dalam kunjungan ke Larantuka, Risma menyempatkan diri mengunjungi biara susteran di daerah itu. Bahkan mantan Wali Kota Surabaya ini rela menginap di biara susteran PRR.
“Setelah foto bersama dengan para biarawati Katolik itu ibu Risma menginap di biara,” kata Petronela melalui pesan WhatsApp, Sabtu (10/4).
Kesediaan Mensos Risma Maharini ikut memberikan support atas musibah yang menimpa wilayah kepulauan itu. Ketika mengunjungi biara, para suster antusias menyambutnya. Kesempatan langka ini diabadikan dalam foto bersama. Selanjutnya Risma bermalam di situ.
Petronela menuturkan, keinginan Risma untuk bermalam bersama suster – suster di biara, menandai sebuah toleransi yang luar biasa.
“Bu Risma merawat NKRI di tengah bencana badai melandan NTT,” ujarnya.
Tidak dijelaskan berapa lama Risma menginap di sana. Namun kisah itu, sangat boleh jadi yang pertama terjadi, seorang pejabat negara setingkat menteri, nginap di biara.
Diketahui, biara atau lazim disebut asrama. Bangunannya berbentuk panjang dengan sejumlah kamar. Setiap kamar bisa dihuni dua hingga empat orang. Jika kamarnya dihuni lebih dari satu, tempat tidurnya bersusun ke atas. Satu tingkat ditempati dua orang. Satu di bawah, satunya lagi di bagian atas.
Lantaran biara dihuni para suster, dipastikan setiap kamar hanya ditempati satu orang suster. Nah kemungkinan ibu Risma memilih salah satu kamar untuk beristirahat.
Asrama sangat familiar di NTT. Hampir sebagian siswa atau mahasiswa ada yang lebih memilih masuk asrama ketimbang kos. Selain murah, juga bisa bertemu pelajar dari daerah lain.
Seorang saksi lain, menjelaskan Mensos Risma, sangat akrab bersama penghuni biara.
“Ia ramah menyapa orang – orang di sekitarnya,”jelasnya tanpa mau menyebutkan identitas.
Minggu pekan lalu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dihantam bencana badai. Peristiwa ini tidak saja merusak bangunan namun menelan korban jiwa. Sejumlah daerah yang terdampak antara lain, Kabupaten Malaka, Timor Tengah Utara, Kupang, Sabu, Alor dan Larantuka.
Hingga kini bantuan kemanusiaan dari berbagai kalangan terus mengalir ke Nusa Tenggara Timur.






