Christian Rotok: Dalam Politik Tidak Ada Batasan Usia

Christian Rotok: Dalam Politik Tidak Ada Batasan Usia
Christian Rotok

Jakarta – Penunjukan Christian Ritok sebagai calon legislatif definitif partai Nasional Demokrat (Nasdem), menggantikan posisi Johny G. Plate yang tersandung masalah hukum Menara BTS 4G tidak saja mengubah peta politik di internal partai Nasdem, tetapi juga mengubah peta persaingan antara calon legislatif (,Caleg) DPR RI Dapil-1 NTT (dari Manggarai Barat hingga Alor).

Dalam beberapa hari terakhir Christian Rotok yang akrab disapa Christ jadi trending topic di sejumlah platform media sosial. Sebagian besar publik merespons pencalonan Christ dengan nada kecewa.Tapi ada sebagian kecil menilai bahwa itu hak politik Pa Christ.

“Seharusnya pa Christ duduk sambil menimang cucu di usia tuanya dan memberi kesempatan kepada kader-kader muda untuk mengaktualisasikan diri dalam dunia politik” ujar beberapa netizen.

Menanggapi respons publik yang kurang suportif, mantan Bupati Manggarai dua perode tersebut menegaskan, bahwa dalam dunia politik tidak ada batasan usia. Semua orang memiliki hak yang sama untuk memilih dan dipilih sebagai wakil rakyat, baik tua (senior) maupun muda (junior).

“Profesi politisi tidak tergantung pada usia. Tidak ada batasan umur seperti pegawai negeri sipil (PNS) atau jabatan publik yang dibatasi Undang-undang. Eksistensi seorang politisi tergantung pada kepercayaan (trust) dari pimpinan Parpol dan tentu saja tergantung pada pilihan rakyat. Jadi, regenerasi di bidang politik tergantung pada pilihan rakyat, bukan usia,” kata Christ ketika berbincang dengan media ini di kediamannya di Golokoe, Labuanbajo, Senin (10/7).

Christ menambahkan, usai mengikuti kontestasi Pilgub NTT 2019 yang dimenangkan oleh pasangan Victor B. Laiskodat dan Yosef Naesoi, dirinya menikmati hari tua sambil mengelola sebuah homestay miliknya di Labuanbajo dan tiap hari berjumpa dengan para turis mancanegara dari berbagai belahan dunia sambil mengasah keterampilan berbahasa Inggris.

Baca Juga :  5 Simbol atau Lambang Yang Dilarang Keras Di Indonesia

“Saya sebenarnya sudah enjoy menikmati hari tua sambil mengelola usaha kecil ini. Kebijakan Presiden Joko Widodo menetapkan Labuanbajo sebagai destinasi wisata premium membawa berkah bagi Manggarai dan Flores pada umumnya. Saya sendiri sangat merasakan sentuhan keberpihakan Presiden Jokowi. Kebetulan tanah saya masuk dalam kawasan perluasan bandara Komodo dan mendapat ganti untung. Uang itu dijadikan modal untuk membangun Christika Homestay ini,” ujarnya.

Namun tak terduga, lanjut Christ, Bupati Edi Endi sebagai kader Nasdem mendatangi rumahnya dan menyampaikan pesan dari DPP Partai Nasdem agar dirinya bersedia dicalonkan sebagai Caleg dari partai Nasdem, menggantikan Johny G. Plate yang saat ini sedang menjalani proses hukum korupsi Menara BTS 4G.

“Saya sama sekali tidak melamar untuk jadi Caleg Nasdem untuk Dapil-1 NTT. Saya diminta pada saat injury time penutupan menetapan Caleg definitif. Saya tidak tahu mengapa DPP Nasdem memilih saya yang orang katakan sudah sepuh. Banyak kader muda Nasdem yang potensial, baik di Dapil-1 NTT maupun DPP Nasdem, tapi saya yang ditunjuk. Tentu ada pertimbangan rasional dan elektoral dari para elit partai Nasdem. Saya mengapresiasinya dan merespons kepercayaan partai Nasdem dengan bersedia dicalonkan sebagai Caleg untuk bertarung di Dapil-1 NTT.

Christ dengan tegas menepis nyinyiran orang bahwa dirinya hanya diperalat oleh Caleg Nasdem lain agar lolos ke Senayan.

Baca Juga :  BNI dan Dinas Sosial Bersinergi Salurkan Bantuan Paket Pangan kepada Warga Kurang Mampu

“Saya kira semua orang tahu, dalam sistem proporsional terbuka, keterpilihan Caleg bukan berdasarkan urut kacang, tapi berdasarkan raihan suara terbanyak. Saya juga yakin dengan sistem perhitungan suara secara digital yang diterapkan oleh KPU dalam Pileg dan Pilpres 2024, sehingga dapat mencegah segala bentuk kecurangan Pemilu,” tegasnya yakin.

Christ juga tidak kuatir dengan elektabilitas dirinya dan partai Nasdem yang akan tergerus di tengah pusaran kasus korupsi Johny G. Plate sebagai Sekjen partai Nasdem. Sebab tidak ada satu partai politik di negeri ini yang bersih. Banyak kader-kader partai lain juga tersandung tindak pidana korupsi, dan tindak pidana umum lainnya.

“Tidak ada partai yang bersih. Keterpilihan Caleg tergantung kepercayaan pemilih. Pemilih kita di Dapil-1 NTT termasuk pemilih tradisional. Mereka pilih sosok Caleg yang mereka kenal dan percaya tanpa lihat partainya. Selain itu, pemilih kita cepat lupa kenangan yang tak sedap yang sudah berlalu. Karena itu saya sangat optimis untuk bisa bersaing dengan kader-kader muda,” ujarnya sambil tersenyum.

Christ berharap para Caleg dari berbagai Parpol di Dapil-1 NTT berkompetisi secara sehat sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi dan kepatutan budaya. Tidak perlu menganggap sesama Caleg sebagai musuh, tetapi sebagai kompetitor dengan tujuan yang sama sebagai penyambung lidah rakyat, khususnya di Dapil-1 NTT.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts