Pejabat Pendidikan Bone, Shabiel Zakaria, Resmi Sandang Gelar Doktor dengan Nilai 3,8 di UNM

Pejabat Pendidikan Bone, Shabiel Zakaria, Resmi Sandang Gelar Doktor Dengan Nilai 3,8 Di Unm
Kacabdis Wilayah III Bone Drs. Andi Syamsu Alam, MPd, Mantan Kacabdis Wil. III Bone Drs. H. Husain, M.Pd, dan mantan Kepala SMAN 1 Bone Drs. Massepirang, Muhammad Idris, S.Pd., M.Si dan sejumlah Kepala SMA berpose bersama dengan Dr. H. Shabiel Zakaria, S.Pd., M.Pd seusai ujian promosi Doktor di UNM
Pejabat Pendidikan Bone, Shabiel Zakaria, Resmi Sandang Gelar Doktor Dengan Nilai 3,8 Di Unm
Dr. H. Shabiel Zakaria, S.pd., M.pd Bersama Dengan Istri Dan Anaknya Berpose Bersama Dengan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Drs. Nursalam, M.pd Dan Kepala Upt Sman 9 Bone Muliana Razak, S.pd., M.pd Seusai Ujian Promosi Doktor

BONE–Kepala Seksi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Kab. Bone, Shabiel Zakaria, S. Pd. M. Pd berhasil meraih gelar Doktor (S3) ke-274 Bidang Ilmu Pendidikan di Fakultas Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM), Selasa (6/8 2024).

Shabiel Zakaria berhasil mempertahankan disertasinya dengan judul ‘Pengembangan Modul Pelatihan Menulis Esai Dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Peserta Didik Pada Jenjang SMA’ di hadapan penguji yang dipimpin Direktur Program Pascasarjana UNM Prof Dr Sapto Haryoko, M. Pd. Shabiel Zakaria lulus dengan nilai sangat memuaskan, yakni 3,8. Nampak hadir tamu undangan, antara lain Sekretaris Disdik Sulsel, Dr. Andi Ibrahim, S. Pd. M. Pd, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Bone, Drs. Andi Syamsualam, M. Pd, Ketua IKA SMAN 1 Bone, Prof Heri Thahir, juga hadir Ketua PGRI yang juga mantan Bupati Bone, Ambo Dalle, serta undangan lainnya.

Baca Juga :  Wali Kota Malang Lepas Ribuan Atlet untuk Berlaga di Porprov IX Jatim

Shabiel Zakaria mengaku terinspirasi meneliti rendahnya kemampuan literasi siswa SMA, khusunya di Kabupaten Bone.
Menurut Shabiel Zakaria, minat membaca siswa masih sangat rendah. Hal ini diungkapkan dari hasil observasi dan penelitian yang dilakukan di SMAN 1 Bone dan beberapa sekolah lainnya di Bone.
Ayah dari 4 putra dan putri ini mengatakan, rendahnya tingkat literasi akan memiliki dampak yang signifikan bagi masa depan generasi muda, terutama peserta didik.
Dampak dari kurangnya literasi menurut mantan jurnalis radio ini, meliputi rendahnya kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan berpikir kritis, yang merupakan fondasi utama bagi perkembangan kecerdasan intelektual.

Shabiel Zakaria menjelaskan, kemampuan literasi menulis peserta didik dapat ditingkatkan melalui pelatihan menulis dengan menggunakan modul pelatihan, salah satunya adalah modul pelatihan menulis esai.

Baca Juga :  Mata Kuliah Bahasa Indonesia Hukum Bentuk Mahasiswa Melek Jurnalistik di Era Digital

Tim promotor dan penguji Promosi Doktor Shabiel Zakaria, antara lain Prof Dr Sapto Hafyoko, MPd sebagai Ketua Sidang, Prof Dr Hamsu Abdul Vani, MPd (Promotor), Prof Dr Syamsu A. Kamaruddian, MSi (Ko-Promotor), Prof Dr Andi Sukri Syamsuri, M.Hum (Penguji Eksternal), Prof Dr Arismunandar, MPd (Penguji Internal), Prof Dr Patta Bundu, M. Ed (Penguji Internal), Prof Dr Abdullah Sinring, MPd (Penguji Internal), dan Dr.Ed. Farida Ohan, M. Sc (Penguji Internal). (*)

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts