CU Kasih Sejahtera Dorong Peternak Ayam Potong Kembangkan Bibit Sendiri

Cu Kasih Sejahtera Dorong Peternak Ayam Potong Kembangkan Bibit Sendiri
Anton
Cu Kasih Sejahtera Dorong Peternak Ayam Potong Kembangkan Bibit Sendiri
Anton Serasima

KEFAMENANU,- Perwakilan Credit Union (CU ) Kasih Sejahtera Toraja, Anton Serasima berkomitmen mendorong peternak ayam potong di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur mengembangkan bibit sendiri tanpa harus mendatangkan dari Jawa.

Komitmen ini diwujudnyatakan dengan mengajak perwakilan CU se Indonesia pada saat mengunjung langsung peternak ayam potong di desa Tes, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur belum lama ini.

“Saya mengajak teman-teman CU se Indonesia untuk melaksanakan RAT

di Atambua dan sekaligus ini adalah kunjungan lapangan dalam kaitannya dengan pemberdayaan,”ujarnya.

Anton mengakui CU Kasih Sejahtera tengah mengembangkan beberapa kegiatan-kegiatan yang sifatnya untuk mendukung peningkatan ekonomi.

“Kebetulan yang kita lihat hari ini adalah pengembangan peternakan ayam. Dan khusus ayam potong mungkin ini kita berpikir bagaimana pengembangan karena kalau saya mencermati, bibit ini masih didatangkan dari Surabaya. Maka ini sedapatnya ke depan akan dibuat pelatihannya agar bibit ini bisa dihasilkan dalam wilayah ini sendiri nggak usah datangkan lagi dari Surabaya  Apalagi induknya sudah ada dan beradaptasi di sini. Maka rentannya untuk gagal itu sagat kecil,”imbuh Anton.

Baca Juga :  bank bjb dan Kimia Farma Mou Jasa Layanan Perbankan

Menurut Anton yang menjadi kendala adalah belum masuk PLN listrik. Tapi harapan kita mudah-mudahan pemerintah setempat bisa memperhatikan hal ini karena sesungguhnya yang sedang diupayakan CU Kasih Sejahtera adalah membantu pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan.

“Tugas kami dari CU sekedar memberi bimbingan, motifasi agar  beternak ayam dengan hitungan-hitungan yang pas. Jangan sampai rugi. Contoh kalau bibit masih didatangkan, pakan masih dibeli, obat-obatan masih didatangkan dari pabrikan, ongkosnya mahal. Begitupun pemasaran itu sangat penting karena kalau tidak dipasarkan setelah masa panennya, ongkosnya akan lebih besar karena akan mengkonsumsi lebih banyak makanan. Makanya itu harus menghitung siklus bulan yang membutuhkan seperti Natal dan tahun baru. Maka ayam harus masuk kandang 3 bulan sebelumnya. Itu yang harus dihitung. Dan itu yang akan kami ajarkan kepada teman-teman,”jelas Anton.

Baca Juga :  bank bjb Gelar Edukasi tentang Peluang Akses Permodalan untuk UMKM - IKM Jakpreneur

Terkait modal, Anton mengatakan tidak ada kesulitan karena selagi masih anggota CU maka masih bisa gunakan usahanya untuk mendapatkan pinjaman.

“Harus kami tekankan bahwa di CU tidak ada bantuan cuma-cuma. 100 persen adalah bentuk pinjaman sehingga harus bekerja keras untuk membayar/menyetor,”pungkasnya.

Maria Taus seorang peternak ayam potong desa setempat mengaku bantuan pinjaman CU Kasih Sejahtera dengan usaha ayam potong yang ia tekuni, membuat kondisi ekonomi keluarganya mengalami perubahan dari sebelumnya.

“Sebelum beternak ayam potong, kami tidak seperti sekarang ini,”ujar Maria.

Kendala yang mereka alami, kata Maria adalah belum adanya aliran listrik PLN merambah ke desanya.

“Semoga pemerintah secepatnya bantu aliran listrik ke kampung kami,”pintanya.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts