
BATU – Kepala Kejaksaan Negeri Indonesia (Kajari) Kota Batu, Dr . Supriyanto SH, MH, mengaku merasa hidup kembali jiwanya untuk memberi semangat kepada warga usai berperan sebagai dalang wayang kulit, di Hall Singhasari Resort & Convention, Jumat, lalu.
“Kesan saya merasa hidup kembali jiwa seni saya untuk memberi semangat kepada warga besar Kota Batu.Khususnya para pecinta budaya , khusus lagi pecinta seni pedalangan dan karawitan,” kata Supriyanto, Minggu (5/3).
Hal ini kata dia, merupakan salahsatu cara untuk memberikan semangat kepada elemen masyarakat Kota Batu untuk memcintai wayang dan belajar wayang.
Menurutnya dari wayang itulah akan dapat berbagai banyak ilmu kehidupan nyata.Bagaimana cara bergaul , bagaimana cara beradap, bagai mana sopan santun , dan bagaimana harus berbakti kepada Orang Tua, dan kepada Tuhannya.
Lantas, juga bagaimana selalu rajin belajar tidak malas , dan sebagainya.
“Dari situ saya – sangat mengapresiasi juga masyarakat Kota Batu ,yang begitu antusias mendorong saya untuk tampil,”ujanya.
Karena itu lanjutnya, sebenarnya keinginan dari kalangan masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya wayang kulit di Kota Wisata Batu.
Ia mengaku banyak komponen dari berbagai penghayat, dan sahabat – sahabat jaksa mendorong dirinya agar tampil lagi sebagai dalang.
“Mereka mendorong saya agar bisa tampil. Saya merasa cukup cukup puas bisa merespon keinginan masyarakat Kota Batu,” tutur dia bangga .
Dinas Pariwisata Kota Batu menggelar pagelaran wayang kulit “Ajining Bangsa Saka Luhuring Budaya” dengan lakon “Wahyu Makutharama, dengan dalang Dr. Supriyanto, SH, merupakan Kajari Batu ( Gus)





