DLH Beri Pelatihan Pengolahan Sampah

Dlh Beri Pelatihan Pengolahan Sampah
Foto Ist

Malang Kota -Dinas Lingkungan hidup (DLH) kota Malang, Jawa Timur menggelar pelatihan cara mengelolah sampah bagi kader lingkungan Kelurahan Merjosari yang diselenggarakan di Kantor Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Minggu (08/09/2024).

Pelatihan dibuka Lurah Merjosari Antonio Viera, SE dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Budi Heriyanto serta

dihadiri dari kader TP PKK Kelurahan Pokja 3, TP PKK RW, Kader Lingkungan, dan beberapa tokoh masyarakat.

Lurah Merjosari, Antonio Viera berharap kader lingkungan Merjosari bisa menjadi pionir pengolahan sampah.

“Kami berharap agar nanti kader lingkungan bisa mengimplementasikan dilapangan. Mudah-mudahan kegiatan pelatihan ini nantinya bisa diterapkan di wilayah masing-masing dan bisa mengurangi penumpukan sampah organik dan non organik di lingkungan panjenengan semua,” kata Antonio.

Kepala Seksi Penanganan Sampah Bidang Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Budi Heriyanto, A.Par, menyampaikan bahwa mengelolah sampah merupakan investasi kebersihan mewujudkan Malang Kota Bersih.

Baca Juga :  Tidur Setenda, Bangun Sinergi, Bupati Bone dan Dua Rekan di Retret Akmil Magelang

“Sampah itu tanggung jawab kita semua tidak hanya sebatas pada Kampung bersinar tapi berlaku setiap hari artinya kita ingin warga Merjosari itu betul-betul sadar bahwa kebersihan itu bagian dari kita semua, sehingga kebersihan ini menjadi trigger menjadi model untuk semuanya,” jelasnya.

Selanjutnya, ia sampaikan bahwa dengan pelatihan komposting, hal ini bisa membantu mengurangi penumpukan sampah di TPA agar bisa bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

“Jadi kompos ini pada prinsipnya bisa diolah, yang penting kita betul-betul menanamkan cinta pada lingkungan cinta pada lingkungan untuk kita sendiri,” lanjutnya.

Budi Heriyanto juga menyampaikan bahwa pada akhir tahun 2024, DLH Kota Malang mentargetkan pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA sebesar 30 persen.

Baca Juga :  PLBN Wini Salurkan 44 Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu di Desa Humusu Wini

“Kita targetnya tahun 2024 ini pengurangan sampah di angka 30 persen. Tadi kan saya bilang sampah kami 779 ton per hari, yang masuk TPA 500 ton berarti kan sudah kurang banyak sudah kurang 20 sekian persen,” ungkap Budi.

Selain itu, Budi Heriyanto juga mengungkapkan bahwa pihaknya berencana menambah TP3SR seiring dengan menjamurnya pemukiman baru di Kota Malang sehingga membutuhkan tambahan TP3SR untuk menampung volume sampah yang semakin bertambah.

“Kita perlu tambahan kurang lebih 88, saat ini kita hanya ada 58 perlu tambahan kurang lebih 30 lagi,” pungkasnya.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts