IBU gelar Samba Pancasila Sakti

Ibu Gelar Samba Pancasila Sakti
Mahasiswa baru IBU
Ibu Gelar Samba Pancasila Sakti
Mahasiswa Baru Ibu (Toski D) 

MALANG,- Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo (IBU) Malang, menggelar acara sambut mahasiswa baru (Samba) dengan tema ‘Sambi Pancasila Sakti’, Kamis (1/10).

Kegiatan samba IBU diwarnai peragaan tari Nusantara Utama ini diikuti 200 mahasiswa baru. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 150 mahasiswa yang mengikuti secara online dengan melalui live streaming YouTube, dan 50 mahasiswa yang hadir langsung (Offline) di Kampus C IBU, Jalan Cintandui, Kota Malang.

Rektor IBU, Nurcholish Sunuyekto mengatakan, kegiatan ini masih berkaitan penyambutan mahasiswa baru dari episode-episode sebelumnya. Ia menyebut samba episode perdana, episode merdeka, episode arjuna dan samba episode srikandi.

“Untuk kali ini kami mengambil tema SAMBA episode Pancasila Sakti. Karena bulan-bulan ini Pancasila menjadi pembahasan tersendiri, karena Pancasila merupakan jati diri sekaligus cita-cita bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kebijakan Pj Gubernur Resahkan Kades, Ketua Apdesi Sulsel Protes dan Ancam Aksi Unjuk Rasa Besar-besaran

Untuk itu, lanjut Nurcholish, sebagai Kampus yang dijuluki miniatur Indonesia, lantaran keberagaman mahasiswanya, baik secara agama, bahasa dan budaya ini dapat menciptakan suasan keakraban dan mengenalkan kehidupan kampus dengan cara-cara yang dibenarkan oleh pemerintah sebagaimana dihimbau oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

“Kegiatan samba ini bersifat mengedukasi, menyenangkan dalam suasan keakraban dan mengenalkan kehidupan kampus untuk berikrar Pancasila dan Kebudiutamaan yaitu, ke-Indonesia-an, Kemanfaatan, Kepedulian, Kepatuhan dan Kepatutan,” jelasnya.

Dengan begitu, tambah Nurcholish, dirinya berharap, para mahasiswa baru dapat memiliki karakter yang berbudiutama, dengan menghadirkan stakeholder pengguna lulusan yang dikemas dalam bincang santai.

“Kagiatan kali ini, kami juga menghadirkan alumni IKIP Budi Utomo Malang memiliki karakter yang tidak ditemui dari lulusan perguruan tinggi manapun, seperti kepala sekolah dan pengasuh pondok pesantren,” pungkasnya.

Baca Juga :  Puluhan Nakes  Batal Divaksin

 

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts