
MALANG, – PT Aljabar Jati Indonesia (AJI) dilibatkan dalam mengelola hotel dan pariwisata yang ada di lokasi air panas alam Songgoriti,. Malang. Obyek wisata alam tersebut selama ini dikelola Perumda Jasa Yasa.
Keterlibatan PT. Aljabar Jati Indonesia untuk mengelola hotel dan pemandian air panas alam Songgoriti setelah penandatanganan naskah perjanjian kerja sama atau Memorandum Of Understanding (MoU) antara Direktur Utama (Dirut) Perumda Jasa Yasa, Ahmad Faiz Wildan dengan Direktur PT. Aljabar Jati Indonesia, Dedy Rooseto Wardhono.
Penandatanganan naskah perjanjian kerja sama ini disaksikan Wakil Bupati Malang, H. Didik Gatot Subroto, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang, di Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim, No.7, Kota Malang, Jumat (13/8).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Malang, H. Didik Gatot Subroto mengatakan kerjasama tersebut bisa menguntungkan untuk mengembangkan lagi kawasan wisata songgiriti.
Pernyataan Didik mengutip pesan Bupati Sanusi mengenai nota kesepahaman antara Perumda Jasa Yasa dengan pihak swasta.
“Diharapkan bisa menguntungkan untuk mengembangkan lagi kawasan wisata songgiriti,” kata Didik, mengutip pesan Bupati Sanusi.
Dikawasan Songgoriti tersebut memiliki nilai historis yang harus dijaga keberadaannya karena disana salah satu warisan Empu Sendok yang sampai saat ini masih terjaga keasliannya.
“Saya berharap, semuanya dapat menjalin sinergitas positif dalam menjalankan serta mewujudkan Kabupaten Malang yang lebih baik dan gemilang,” tegas Didik.
Sementara itu, Direktur PT Aljabar Jati Indonesia Dedy Rooseto Wardhono membeberkan beberapa rencana yang akan dibangun untuk memajukan kawasan Songgoriti.
“Nantinya kita akan menjadikan kawasan tersebut seperti resort, menjadi Grand Resort Songgoriti, akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti hotel, pasar wisata, rest area, pemandian air panas dan area kuliner,” bebernya.
Memang, lanjut Dedy, saat ini dunia pariwisata sangat terdampak dengan adanya pandemi Covid-19 saat ini, namun dengan adanya pembaruan kawasan Songgoriti yang sangat terkait dengan local wisdom, pendidikan karekter hingga ekonomi ekologis diyakini bisa mengangkat potensi wisata disana.
“Akan ada pembaruan di kawasan itu, yang diharapkan mampu bergerak sesuai fungsinya dan tidak meninggalkan makna sejarah dan keadaan alam yang sebagaimana mestinya,” terang Dedy.
Jika dilihat secara struktural, tambah Dedy, pemandian Songgoriti tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang dikelola Perumda Jasa Yasa.
“Maka untuk menjalankan kerjasama ini, secara manajemen, melibatakan para direksi sehingga dapat menciptakan pariwisata malang yang semakin eksis,” pungkasnya.





